26 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

Puasa dan Obat, Dosen FF Ubaya Beri Tips Makanan yang Pengaruhi Kerja Obat


Surabaya, Bhirawa
Dosen Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (FF Ubaya) berikan paparan mengenai bahan makanan berdampak langsung pada efektivitas obat ketika dikonsumsi selama berpuasa.

Ibadah puasa menuntut adanya penyesuaian pola makan dan jadwal konsumsi obat, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian khusus supaya efektivitas obat tetap terjaga dan tidak menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan.

Dosen FF Ubaya, apt. Steven Victoria Halim, M.Farm mengatakan bahwa terdapat beberapa jenis makanan yang harus dihindari agar penyerapan obat tetap optimal. “Pertama, makanan tinggi lemak, seperti gorengan, makanan bersantan kental, dan jeroan dapat memperlambat pengosongan lambung serta menghambat penyerapan obat di usus, selanjutnya Kedua, makanan pedas dan asam, seperti sambal, acar, atau minuman asam karena dapat meningkatkan risiko iritasi lambung bila digunakan bersama dengan obat yang memiliki efek samping pada lambung,” jelasnya, Rabu, (25/2).

Lanjut Steven menjelaskan minuman kafein, produk susu, makanan penghasil gas dan makanan gula berlebih juga perlu di hindari supaya tidak mengangu obat seerta tidak menimbulkan efek samping.

“Minuman berkafein, seperti kopi, teh kental, dan minuman bersoda perlu dihindari karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan berpotensi memicu dehidrasi, juga dapat meningkatkan produksi asam lambung, Produk susu seperti susu, keju, dan yoghurt yang mengandung kalsium dapat mengikat obat tertentu dan menghambat penyerapannya di usus, selain itu, makanan penghasil gas, seperti kol, sawi, nangka, dan durian menyebabkan kembung yang mengganggu, terutama penderita gangguan lambung, Terakhir, makanan dan minuman manis yang berlebihan, seperti kolak, sirup, atau kue manis dapat dikurangi konsumsinya karena dapat memicu lonjakan gula darah yang berbahaya, terutama bagi penderita diabetes yang sedang dalam terapi obat penurun gula,” tuturnya.

Berita Terkait :  Telkom University Surabaya Dukung Program Koperasi Desa Prabowo-Gibran

Untuk mengotimalkan obat, saran Steven perbanyak mengkonsumsi makanan kaya protein, kurma dan perbanyak minum air putih. “Mengingat kompleksitas penggunaan obat dengan makanan dikonsumsi saat berpuasa, pasien juga perlu konsultasi pada dokter atau apoteker, terutama obat-obatan dengan interval waktu ketat, seperti konsumsi antibiotik atau obat kronis lainnya, jangan pernah menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa konsultasi sebab dapat membahayakan kondisi kesehatan,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!