28 C
Sidoarjo
Monday, April 6, 2026
spot_img

PT Petrokimia Gresik Perluas Agrosolution dengan SGN dan ID Food Group Seluas 244 Ribu HA

Gresik, Bhirawa
PT Petrokimia Gresik komitmen tingkatkan produktivitas tebu pada akumulasi luas lahan program mencapai 244.721 hektare (ha), tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Manfaat program diperluas melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), antara Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus, bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), PT Pabrik Gula (PG) Rajawali I, dan PT PG Candi Baru di Gresik.

“Petrokimia berkolaborasi bersama SGN, dan beberapa anak perusahaan ID FOOD. Yaitu PG Rajawali I dan PG Candi Baru, untuk melakukan penguatan ekosistem pertanian tebu dari hulu hingga hilir. Alhamdulillah, program ini mampu memberikan dampak positif berkelanjutan, terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,”ujar Johanes.

Program Agrosolution, merupakan bentuk dukungan Petrokimia terhadap swasembada gula nasional. Program dijalankan sejak tahun 2021, dan berhasil meningkatkan panen tebu dengan cakupan lahan yang terus meningkat setiap tahun, yakni seluas 6.747 ha pada tahun 2021. Meningkat menjadi 47.700 ha pada tahun 2022, seluas 53.888 ha pada tahun 2023, seluas 60.501 ha pada tahun 2024, dan mencapai 75.885 ha pada tahun 2025.

Dijalankan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Program Agrosolution, rata-rata mampu meningkatkan produktivitas tebu sebesar 12 persen. Melalui peningkatan hasil panen tersebut, pendapatan petani juga meningkat rata-rata sebesar Rp8,1 juta per hektare. “Capaian ini merupakan hasil dari pengelolaan budidaya yang semakin optimal, didukung oleh efisiensi penggunaan agroinput serta penerapan praktik budidaya yang lebih terarah,” tandasnya.

Berita Terkait :  Bupati Madiun Berharap dapat Membantu Penguatan Ekonomi Masyarakat

Program berkontribusi terhadap agenda nasional, dan selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Antara lain mengurangi ketergantungan impor, memperkuat produksi dalam negeri, serta membangun sistem pertanian yang modern dan berkelanjutan.

“Paling utama, program ini juga mampu mengurangi ketergantungan petani tebu terhadap pupuk bersubsidi. Seluruh agroinput yang digunakan dalam Agrosolution merupakan produk nonsubsidi. Petani tidak perlu khawatir, penggunaan pupuk nonsubsidi juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan mereka,”jelas Johanes.

Direktur Keuangan SGN Hariyanto mengatakan, bahwa terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin sejak 2021 dan kini kembali dilanjutkan. Program memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi petani, tetapi juga dalam upaya bersama mewujudkan swasembada gula nasional.

“Dalam kerja sama ini, SGN berperan sebagai offtaker atau pembeli tebu hasil Program Agrosolution untuk memberikan jaminan pasar kepada para petani tebu. Terima kasih atas kesempatan bermitra ini,”pungkas Hariyanto.[kim.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!