26 C
Sidoarjo
Wednesday, February 18, 2026
spot_img

PT Petrokimia Gresik Gelar Lomba Pestani Semangka Tapal Kuda, Upaya Dorong Peningkatan Produktivitas di Tengah Cuaca Ekstrem

Gresik, Bhirawa
PT Petrokimia Gresik perkuat budidaya semangka petani tapal kuda Jawa Timur, melalui lomba budidaya semangka bertajuk “Pestani Semangka Tapal Kuda”. Lomba sebagai upaya untuk mendorong peningkatan produktivitas semangka, meski di tengah cuaca ekstrem atau musim hujan.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowoe mengatakan, selama puasa ramadan permintaan buah semangka sangat tinggi. Namun, momen tersebut bertepatan dengan musim hujan sehingga banyak petani semangka di berbagai daerah mengalami gagal panen.

Karena itu, lomba ini menjadi bentuk dorongan dan motivasi dari Petrokimia Gresik agar petani semangka tetap optimis dalam berbudidaya meskipun menghadapi tantangan musim hujan.

“Selama perlombaan, Petrokimia Gresik memberikan pendampingan kepada para petani. Dengan penerapan teknologi yang tepat dan penggunaan pupuk berkualitas, komoditas semangka menjadi lebih tahan terhadap curah hujan tinggi, sehingga produktivitas petani dapat ditingkatkan di momen Ramadan tahun ini,” ujar nya dalam acara “Panen Raya dan Apresiasi Juara Lomba Pestani Tapal Kuda” di Jember, Jawa Timur.

Dalam lomba melibatkan petani dari Jember, Lumajang, dan Banyuwangi sejak tahap penanaman, perawatan, hingga panen. Penilaian lomba didasarkan pada tiga aspek utama, yaitu berat buah, tingkat kemanisan (Brix), serta dokumentasi proses budidaya.

Seluruh peserta juga mendapatkan paket tanam dari Petrokimia Gresik, sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap keberhasilan budidaya. Selain menggelar lomba, juga melaksanakan demonstration plot (demplot).

Berita Terkait :  Kominfo Sidoarjo Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI

Sebagai percontohan budidaya dengan metode dan teknologi, yang telah terbukti mampu menghasilkan produktivitas tinggi. Pada demplot di Banyuwangi, tingkat kemanisan semangka mencapai 12 Brix, lebih tinggi dari standar manis semangka yang umumnya berada di angka 10 Brix. Masa polinasi juga lebih cepat, yakni 2-5 hari lebih singkat dari biasanya, serta menghasilkan buah yang lebih padat dan tidak kopong.

Selain menghasilkan kualitas buah yang lebih baik, produktivitas semangka juga mengalami peningkatan hingga 34 persen. Dibuktikan melalui uji demplot semangka di wilayah Tapal Kuda, di mana hasil panen mencapai 63 ton/ha. Meningkat signifikan dibandingkan panen sebelumnya yang sebesar 47 ton/ha, ditengah cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi.

“Para petani tapal kuda umumnya menjual semangkanya ke daerah Surabaya, Semarang, Jakarta, Lampung. Sementara untuk semangka ukuran kecil, kisaran berat 2 sampai 3 kilogram dijual ke Bali. Hasil yang maksimal, pendapatan petani di momen Ramadan ini tentu semakin besar lagi,”ungkapnya.

Ditambahakn Adityo Wibowoe, bahwa budidaya demplot menggunakan sejumlah produk berkualitas sudah teruji meningkatkan produktivitas semangka, Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, Phonska Cair, dan lainnya. Dan keberhasilan demplot dapat diduplikasi oleh petani semangka di wilayah tapal kuda, dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional juga meningkatkan produktivitas kesejahteraan petani.

Sementara Egal salah satu petani Jember yang mengikuti lomba mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi merupakan pendampingan komprehensif yang diberikan Petrokimia Gresik. Untuk solusi petani dalam menghadapi tantangan budidaya di musim hujan, produktivitas meningkat berdampak pendapatan bertambah.[kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru