Dindik Jatim, Bhirawa
Mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Prof Dr Ir Muhammad Nuh, DEA mengingatkan kepala sekolah maupun para tenaga kependidikan untuk mengutamakan kesetiaan dalam memimpin Sekolah Rakyat.
Hal ini ditegaskan Prof Nuh saat memberikan pembekalan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepala kepala sekolah (Kepsek) dan Tendik Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Timur. “Nilai paling utama dalam mengurusi Sekolah Rakyat dan yang paling mahal itu adalah kesetiaan. Setia itu melebihi dari tanggung jawab dan tugas,” ujarnya.
Mantan Rektor ITS Surabaya tersebut juga menyampaikan bahwa ukuran kehadiran negara yang paling nyata adalah ketika anak-anak yang paling lemah tetap mendapat pendidikan bermutu.
Selain itu, menurut dia pendidikan adalah satu-satunya instrumen paling beradab untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketidakberdayaan.
Negarawan Indonesia kelahiran Surabaya 17 Juni 1959 ini juga mengingatkan bahwa tidak ada ciptaan Tuhan yang percuma dan manusia adalah sebaik-baik ciptaan Tuhan. “Setiap manusia memiliki keunikan maka temukan keunikan itu sebagai modal sukses,” ucap Prof Nuh.
Kepada seluruh peserta ia berpesan bahwa orang baik adalah orang yang mempunyai kebiasaan baik. Semakin baik, semakin banyak kebiasaan baiknya. “Nah, kebiasaan baik inilah yang harus dilakukan para kepala sekolah dan tenaga kependidikan,” tambah mantan Menkominfo tersebut.
Terhadap pelaksanaan pelatihan, Prof Nuh mengapresiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang menginisiasi pelaksanaan bimbingan teknis itu. Menurut dia, selain menjadi provinsi terbanyak memiliki Sekolah Rakyat yang beroperasi di 26 titik, Jatim harus menjadi contoh provinsi lain.
“Apalagi yang hadir Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi dan Mensos Gus Ipul. Saya belum pernah dengar provinsi lain berbuat sama. Ini harus diapresiasi dan kepala sekolah maupun tenaga kependidian di Jatim wajib bangga,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menyatakan bahwa bimtek dilakukan untuk penguatan kepemimpinan Sekolah Rakyat, sekaligus penajaman indikator kinerja berbasis dampak.
Kemudian, penguatan pendampingan dan supervisi substantif serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Lebih lanjut, ia juga menyebut, adanya Bimtek juga bagian dari penyelarasan program Gubernur Khofifah yaitu Jatim Cerdas. Yakni, pendidikan berdampak, mewujudkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
“Pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang menghadirkan keadilan, membuka harapan dan menyiapkan masa depan anak Indonesia,” katanya.
Hadir dalam Bimtek ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim. [ina.wwn]

