31 C
Sidoarjo
Monday, March 23, 2026
spot_img

Produksi Pisang Malang Selatan Penuhi Gizi Anak Sekolah Program MBG

Pisang jenis Srimulyo yang diproduksi petani pisang di wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. foto: cahyono/bhirawa.

Kab Malang, Bhirawa.
Kebijakan pemerintah dalam meningkatkan gizi anak usia sekolah, maka diperlukan makan yang memenuhi gizi. Sehingga pemerintah menerapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu dengan program MBG tersebut, tentunya tidak hanya memenuhi pada gizi anak saja, namun juga berdampak dalam menggerakkan roda perekonomian desa.

Sebab, dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperlukan bahan makanan, yang tidak hanya beras, tapi juga sayur-sayuran, daging ayam, daging sapi, ikan laut maupun ikan air tawar, dan sebagai pendukung gizi tersebut juga buah-buahan, yang salah satunya pisang. Seperti pisang yang diproduksi petani di 10 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Malang, yakni 10 kecamatan, yakni Dampit, Poncokusumo, Tumpang, Tajinan, Donomulyo, Turen.Ampelgading, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan dan Bantur.

Sehingga dapur SPPG yang melayani MBG di wilayah Malang Selatan, Kabupaten Malang untuk menambah gizi MBG dengan buah pisang, membeli ke petani pisang yang tersebar di 10 kecamatan tersebut. Sedangkan jenis pisang yang diproduksi petani itu, diantaranya Pisang Sang Mulyo atau dikenal masyarakat Kabupaten Malang Pisang Srimulyo, Pisang Mas Kirana, Cavendish dan Aca Banana. Namun, juga ada petani yang memproduksi beberapa jenis pisang lainnya.

Hal ini dibenarkan, salah satu petani pisang di wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Mujiono, Kamis (19/2), kepada wartawan, bahwa selama adanya kebijakan pemerintah dalam menerapkan MBG, dirinya dan petani pisang lainnya, yang berada di wilayah Malang Selatan menjadi supplier buah pisang untuk memenuhi MBG. Sedangkan rata-rata dapur SPPG meminta pisang jenis Srimulyo dan Cavendish, karena memiliki kandungan gizi yang baik dan bermanfaat bagi kesehatan.

Berita Terkait :  Pemkab Pasuruan Pastikan Harga Bahan Pangan Jelang Nataru Aman dan Terkendali

“Keduanya merupakan sumber karbohidrat, vitamin, dan mineral,” ujarnya.

Seperti Pisang Srimulyo, kata dia, telah memiliki kelebihan, selain rasanya yang manis, juga dalam satu tandan rata-rata memiliki jumlah sisir pisang cukup banyak. Dan jika ditimbang beratnya per tandan bisa mencapai 55 kilogram hingga 70 kilogram. Sehingga produksi pisang dari Kabupaten Malang mulai menggeser produksi pisang asal Kabupaten Lumajang. Begitu juga pisang jenis Cavendish, banyak permintaan pasar, yang tidak hanya permintaan dari pasar se-Malang Raya, tapi juga daerah di Jawa Timur (Jatim).

“Pisang asal Malang Selatan tidak hanya mendapatkan permintaan dapur SPPG lokal saja, namun para petani pisang juga banyak permintaan pisang dari dapur SPPG di luar Kabupaten Malang, seperti Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Blitar,” terang Mujiono.

Dia juga menyampaikan, jika Pisang Srimulyo itu merupakan produk unggulan Kabupaten Malang. Bahkan, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bersama Gubernur Jawa Timur (Jatim) Hj Khofifah Indar Parawansa sempat berkunjung ke Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang untuk melihat langsung hasil produksi Pisang Srimulyo. Kunjungan Presiden saat itu bertujuan untuk meninjau salah satu potensi pisang unggulan Kabupaten Malang dengan produktivitas tinggi. Sebab, Pisang Srimulyo

memiliki potensi pisang unggulan yang beratnya mencapai 55-70 kilogram per tandan. “Pisang yang diproduksi masyarakat Malang Selatan itu telah meningkatkan potensi pisang di Kabupaten Malang,” tuturnya. (cyn.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!