26 C
Sidoarjo
Tuesday, February 24, 2026
spot_img

PJU Ikonik “Mliwis Putih” Sambut Pengguna Jalan di Perbatasan Bojonegoro


Oleh:
Achmad Basir, Kabupaten Bojonegoro

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menghadirkan wajah baru di sejumlah titik perbatasan wilayahnya melalui pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) tematik bertajuk “Mliwis Putih Jogo Medhayoh Bojonegoro”.

Instalasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga menjadi penanda identitas daerah bagi para pengguna jalan yang memasuki wilayah berjuluk Bumi Angling Dharma itu.

Desain PJU berbentuk relung bercat putih dengan ornamen nyala api dan tulisan “BOJONEGORO” dipilih sebagai representasi elemen Mliwis Putih, yang lekat dengan legenda Raja Angling Dharma. Figur tersebut selama ini menjadi simbol kebanggaan kultural masyarakat Bojonegoro.

Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum, Sarana dan Prasarana Dinas PKP Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Sarifuddin, kemarin (24/2), menjelaskan, pembaruan ini juga mencakup penggantian lampu lama berwarna kuning menjadi lampu LED berdaya 70 watt.

“Transformasi ini telah tuntas di titik-titik perbatasan Kabupaten Bojonegoro. Selain lebih terang, teknologi LED ini juga lebih hemat energi,” ujarnya.

Sejumlah titik perbatasan yang kini dilengkapi PJU ikonik tersebut antara lain perbatasan Bojonegoro-Babat (Lamongan), Kanor-Rengel (Tuban), Kedungadem-Sukorame (Lamongan), Bojonegoro-Nganjuk, Bojonegoro-Tuban di area Trucuk, Bojonegoro-Ngawi, serta Bojonegoro-Cepu (Blora).

Menurut Sarifuddin, keberadaan PJU tematik di kawasan perbatasan diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada malam hari sekaligus memperkuat citra visual daerah. Pemerintah daerah memandang ruang perbatasan bukan sekadar jalur lintasan, melainkan juga etalase yang mencerminkan karakter dan kebanggaan lokal.

Berita Terkait :  WALI Napak Tilas & Ziarah Ke Muassis NU di Hari Santri

Pemkab Bojonegoro juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga fasilitas publik tersebut. Warga yang menemukan lampu padam atau kerusakan dapat melaporkan melalui layanan pengaduan resmi yang disediakan pemerintah daerah.

Layanan tersedia selama 24 jam, dengan penanganan teknis dilakukan secara responsif pada jam kerja.

Melalui sentuhan infrastruktur yang berpadu dengan nilai budaya, Bojonegoro berupaya menghadirkan ruang publik yang aman, estetis, dan merepresentasikan identitas daerah bagi setiap orang yang melintas maupun berkunjung. [bas.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru