24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Pilot Projec Karbonisasi CCU PT Petrokimia Gresik, Angin Segar Industri Hijau

Gresik, Bhirawa
PT Petrokimia Gresik menegaskan pilot project dekarbonisasi dengan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU), bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI. Membawa “angin segar”, bagi industri berkelanjutan di Indonesia. Mampu mengurangi emisi karbon, tapi juga menghasilkan bahan baku untuk kemajuan industri nasional.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob dalam forum Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta mengatakan. Bahwa teknologi CCU menjadi solusi untuk mengurangi emisi karbon, dan mengubahnya untuk produk bernilai tambah. Saat ini Kemenperin melaksanakan pilot project CCU, berbasis hidrometalurgi di Petrokimia Gresik. “Teknologi ini, bukan hanya mendukung target NZE (Net Zero Emission), tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi,” ujarnya.

Pilot project CCU di Petrokimia Gresik, telah berjalan selama kurang lebih satu bulan. Diharapkan dapat mengurangi emisi karbon, dan menghasilkan produk samping berupa soda ash dan baking soda. Produk sangat strategis karena kebutuhan dalam negeri, seperti untuk industri kaca dan deterjen. Mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun, dan selama ini seluruhnya masih dipenuhi dari impor.

“CO? yang merupakan emisi karbon bisa diubah menjadi produk yang dibutuhkan oleh industri. Tapi, PR (Pekerjaan Rumah) kami bagaimana meningkatkan kapasitasnya hingga 50.000 ton soda ash. Atau menyerap 20.000 ton CO?, melalui pilot project ini. Jika proyek berhasil, potensinya sangat besar untuk dilakukan pengembangan skala lebih luas,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Melalui Patroli Humanis, Satsamapta Bagikan Bingkisan untuk Warga dan Pelajar

Sebagai produsen pupuk, dan bahan kimia dengan kapasitas produksi hingga 11 juta ton per tahun. Petrokimia Gresik, tidak bisa lepas dari potensi emisi karbon. Tanpa upaya penurunan, emisi karbon yang dihasilkan dapat mencapai 2 juta ton per tahun. Hingga 2025, berbagai program dekarbonisasi telah dijalankan. Berhasil menurunkan sekitar 400 ribu ton CO? ekuivalen, namun masih tersisa sekitar 1,6 juta ton CO? ekuivalen.

Ditambahkan Daconi, bahwa diperlukan langkah inovatif dari perusahaan sekaligus selaras dengan program Kementerian Perindustrian. Berupa sistem penangkapan karbon, dengan teknologi CCU. Petrokimia Gresik, telah mencanangkan peta jalan dekarbonisasi menuju Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 dan NZE 2050. Dan Sejauh ini program dekarbonisasi diimplementasikan instalasi solar cell, efisiensi energi di pabrik ammonia, dan fuel switch pabrik NPK.

Sementara Sekjen Eko menegaskan bahwa pilot project CCU di Petrokimia Gresik, membuktikan emisi karbon dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku bernilai tambah sekaligus mendukung substitusi impor.

Melalui teknologi bisa memanfaatkan apa yang saat ini dianggap sampah, yaitu emisi karbon. Menjadi bahan baku, atau bahan lanjutan bernilai ekonomis bagi industri.[kim.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru