26 C
Sidoarjo
Wednesday, February 18, 2026
spot_img

Pesisir Pantai Selatan Tulungagung Perlu Penambahan EWS Deteksi Dini Tsunami

Tulungagung, Bhirawa
Pesisir pantai selatan di wilayah Kabupaten Tulungagung saat ini perlu penambahan alat Early Warning System (EWS) untuk deteksi dini bencana tsunami. Penambahan diperlukan karena pertumbuhan komunitas dan wisata yang berkembang di pantai selatan Jawa ini.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, Rabu (18/2) mengungkapkan, keberadaan alat EWS yang masih berfungsi di pesisir selatan Tulungagung saat ini terbatas. Hanya ada di dua lokasi.

”Dua unit EWS yang masih berfungsi itu ada di Pantai Sidem dan Pantai Gemah. Semuanya milik Pemprov Jatim,” ujarnya.

Menurut Sudarmaji, dengan perkembangan pantai selatan Tulungagung yang cukup pesat, sudah selayaknya dilakukan penambahan alat deteksi dini bencana tsunami. Utamanya, di lokasi pertumbuhan komunitas baru dan wisatawan.

”Kami sudah mengidentifikasi lokasi mana saja yang membutuhkan untuk penambahan alat EWS. Seperti di Pantai Dlodo dan di Pantai Pacar serta Pantai Molang,” paparnya.

Selain itu, lanjut Sudarmaji, sejumlah pantai lainnya di pesisir selatan Tulungagung yang perlu pengadaan EWS adalah Pantai Brumbun dan Pantai Gerangan serta Pantai Klatak dan Pantai Widodaren.

Sudarmaji berharap, ada penambahan minimal empat unit EWS di sejumlah pantai yang saat ini teridentifikasi sudah memerlukan alat deteksi dini bencana tsunami itu.

”Paling tidak penambahannya satu unit di Pantai Dlodo. Kemudian satu unit di Pantai Pacar dan Pantai Molang karena kedua pantai itu berdekatan lokasinya dan juga satu unit di Pantai Brumbun dan Pantai Gerangan serta satu unit lagi di Pantai Klatak dan Pantai Widodaren,” paparnya lagi.

Berita Terkait :  JSC Dinsos Jatim Tangani Lansia Terlantar Tinggal di Kandang Ayam

Sudarmaji meminta Pemprov Jatim dapat memenuhi penambahan alat EWS itu. Terlebih kewenangan pesisir berada di Pemprov Jatim. ”Semoga saja Pemprov Jatim segera merealisasikannya,” ucapnya.

Mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) Tulungagung ini mengakui jika ada satu unit EWS yang kini sudah tidak berfungsi lagi. Yakni yang berlokasi di Pantai Sine.

”Di Pantai Sine ini tidak berfungsi karena sering trouble. Kami berharap Pemprov Jatim dapat kembali mengaktifkan unit EWS yang ada di Pantai Sine ini,” imbuhnya.

Pesisir pantai selatan Tulungagung rawan dan berpotensi terjadi bencana tsunami. Potensi tsunami itu terkait potensi gempa Megatrust yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu di pesisir selatan Jawa. [wed.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru