Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan keprihatinan mendalam saya, dan saya yakin banyak warga lain juga merasakan hal yang sama, mengenai maraknya aksi premanisme di sekitar lingkungan kita belakangan ini.
Fenomena ini bukan sekadar masalah kecil; ini adalah ancaman nyata terhadap rasa aman dan ketertiban umum.Setiap harinya, kita masih sering menyaksikan tindakan-tindakan yang meresahkan, mulai dari pemalakan terselubung di pasar, ancaman terhadap pedagang kaki lima, hingga penarikan iuran keamanan fiktif yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan kelompok tertentu.
Lingkungan yang seharusnya menjadi tempat yang aman untuk berusaha dan beraktivitas menjadi terasa tidak nyaman karena adanya rasa takut dan intimidasi.Premanisme bukan hanya sekadar tindakan kriminal, tetapi juga menghambat laju perekonomian lokal. Para pelaku usaha kecil, yang merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan, sering kali menjadi korban utama. Mereka terpaksa mengeluarkan biaya tambahan yang tidak perlu, yang tentu saja mengurangi pendapatan mereka dan mempersulit keberlanjutan usaha mereka.
Oleh karena itu, saya mendesak pihak berwenang, khususnya aparat kepolisian, untuk tidak ragu dalam mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku premanisme. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Diperlukan tindakan preventif yang lebih masif, seperti peningkatan patroli rutin di daerah-daerah rawan, serta respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat.
Partisipasi aktif dari masyarakat juga sangat dibutuhkan. Kita tidak boleh takut untuk melapor. Ruang untuk melakukan pelaporan kini semakin terbuka, salah satunya bisa melalui layanan pengaduan resmi dari kepolisian, seperti yang tersedia di situs web Kepolisian Republik Indonesia atau melalui aplikasi pengaduan publik yang disediakan pemerintah daerah setempat.
Mari kita bekerja sama menciptakan lingkungan yang bebas dari premanisme. Hanya dengan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, kita dapat mewujudkan ketertiban umum dan rasa aman bagi kita semua.
Hormat saya,
Aulia Putri
Warga Kebomas, Gresik

