Menteri Sosial Saifullah Yusuf memaparkan dasar kebjikan Presiden Prabowo di Pendopo KRT Sosrokoesumo Kabupaten Nganjuk, Sabtu (28/02/2026)
Pemkab Nganjuk, Bhirawa.
Kabupaten Nganjuk resmi dibidik menjadi titik penguatan program Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Men) turun langsung ke lapangan guna memastikan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan mulus, demi menghadirkan fasilitas edukasi yang mampu mendongkrak taraf hidup masyarakat lokal secara signifikan.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan melalui jalur non-formal yang terintegrasi. Gus Ipul menegaskan bahwa pemilihan Nganjuk bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada kesiapan infrastruktur sosial dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat rentan.
Kedatangan Gus Ipul beserta orang-orang pusat ke Nganjuk, Sabtu (28/02/2026) di terima Bupati Marhaen Djumadi di Pendopo KRT Sosrokoesumo. Turut mendamping Gus Men, Supomo, dirjen Rehabilitasi Sosial, Fatkhurohman Taufik dan Ishaq Zubedi Raqib, staff khusus menteri, Faisal, Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan. Andrianus, Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat, Joko Widiarto, Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial kemudian ada Andy Kurniawan dan Aswandi, tenaga ahli Menteri.
“Kita ingin memastikan Sekolah Rakyat ini tidak hanya menjadi simbol fisik, tapi benar-benar menjadi ekosistem yang menghubungkan bantuan sosial dengan peningkatan kapasitas SDM di daerah,” ujar Gus Ipul dalam kunjungannya.

Jajaran Forkopimda Nganjuk serius mendengar paparan Menteri Sosial Saifullah Yusuf
Dihadapan Forkopimda, Sekda, Nur Solekan, Haris Sujatmiko, Kepala Dinas Sosial, Camat dan Kepala Desa/Lurah serta para pendamping PKH, TKSK sekabupaten Nganjuk.
Sebagai wujud nyata mandat konstitusi bahwa fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Men) mematangkan proyek strategis Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk. Langkah ini diambil untuk memastikan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial sekaligus akses pendidikan bagi kelompok paling rentan.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab penuh untuk mengasuh dan memberdayakan warga yang kurang beruntung. Melalui sinergi pusat dan daerah, Nganjuk dibidik menjadi titik penguatan program yang tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga penguatan kapasitas SDM secara berkelanjutan.
“Kita menjalankan amanat undang-undang. Fakir miskin dan anak terlantar harus mendapatkan hak yang sama atas pendidikan dan masa depan. Sekolah Rakyat inilah wadahnya, di mana negara hadir langsung untuk mengasuh dan membekali mereka dengan keterampilan,” tegas Gus Ipul di hadapan jajaran pemerintah daerah.’
Proyek ini dirancang sebagai ekosistem sosial yang terpadu. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, anak-anak terlantar di Nganjuk nantinya akan mendapatkan pendampingan khusus agar bisa mandiri secara ekonomi dan sosial melalui jalur pendidikan informal yang aplikatif.
Gus Ipul berharap kolaborasi strategis dengan Pemkab Nganjuk ini menjadi pilot project nasional dalam menerjemahkan Pasal 34 UUD 1945 ke dalam aksi nyata yang terukur di lapangan.
Bupati Marhaen menyatakan bahwa pemerintah daerah kabupaten Nganjuk mendukung penuh program Presiden Prabowo dan kebijaksanaan pemerintah pusat.

“Saat ini pemerintah daerah Nganjuk melalui Dinas PUPR membangun sekolah rakyat di Kecamatan Gondang dengan lahan 5 hektar yang di peruntukan sebagai sekolah rakyat. Saat ini masih pada fase pematangan lahan semoga sebelum tahun ajaran baru nanti sudah selesai dan dapat beroperasi,” terang Marhaen Djumadi.
Proyek ini diharapkan menjadi pilot project nasional yang mengedepankan kolaborasi aktif, di mana pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator lokal sementara Kemensos menyediakan kerangka program dan dukungan anggaran strategis. (dro.hel).


