Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Dr. Agus Fathoni, MSi didampingi Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto,SH MAk dan Wabup Madiun, dr. Purnomo Hadi saat menyerehkan bantuan kepada warga Desa Karangrejo Kecamatan Wung, di saat Sarasehan Bahana Bersahaja, Rabu (21/1) malam dilanjut foto bersama. foto: sudarno/bhirawa.
Kabupaten Madiun, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Bahana Bersahaja. Acara yang dipusatkan di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 21 hingga 22 Januari 2026.
Hadir sebagai tamu kehormatan, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Dr. Agus Fathoni, MSi., dalam pidatonya memberikan apresiasi tinggi terhadap karakter sosial masyarakat Madiun. Ia mengaku terkesan dengan keteguhan warga dalam menjaga kearifan lokal.
“Saya sangat mengagumi masyarakat Madiun yang hingga saat ini masih memegang teguh budaya saling membantu dan gotong royong. Ini adalah modal sosial yang luar biasa bagi pembangunan daerah,” ujar Dr. Agus Fathoni saat memberikan sambutan di hadapan warga, saat Sarasehan Bhana Bersahaja di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Rabu (21/1/2026 malam..
Lebih lanjut, Agus Fathoni menekankan bahwa kegiatan seperti Bahana Bersahaja harus menjadi jembatan komunikasi yang inklusif. Menurutnya, momentum ini merupakan kesempatan emas bagi warga untuk berperan aktif dalam pembangunan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada pemerintah daerah. Suara masyarakat adalah kompas bagi kebijakan pemerintah,” tambahnya sebagai penjelasan atas pentingnya transparansi publik.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Ia memandang “Bahana Bersahaja” bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen komunikasi dua arah.
“Bahana Bersahaja ini diharapkan bisa menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kendala dan harapan warga di tingkat desa,” jelas H. Hari Wuryanto mengenai esensi program tersebut.
Kemeriahan acara semakin terasa saat memasuki sesi pembagian sembako dan doorprize bagi warga yang hadir. Tidak hanya sekadar bantuan sosial, acara ini juga diisi dengan diskusi panel yang interaktif, di mana warga Desa Karangrejo terlibat dialog terbuka dengan para pemangku kebijakan.(dar.hel)

