Surabaya, Bhirawa
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkuat kontribusinya kesehatan nasional melalui pembukaan dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), yaitu Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi. Melalui Fakultas Kedokteran Unusa pengembangan dua program spesialis merupakan langkah strategis menjawab tantangan kesehatan bangsa dari hulu hingga hilir. Selasa, (24/2/2026).
Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA., menjelaskan PPDS Obstetri dan Ginekologi Unusa mengusung visi menghasilkan dokter spesialis unggul, transformatif, dan humanistik berlandaskan nilai-nilai Ibnu Sina, serta kompeten tata kelola antenatal berbasis nutrisi janin. “Pendekatan tersebut menempatkan kesehatan janin sebagai fondasi kualitas kesehatan manusia sepanjang hayat, dan jadi strategi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas generasi masa depan,” ujarnya.
Lanjut Prof. Triyogi mengatakan bahwa PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Unusa dibuat menghasilkan dokter spesialis pulmonologi yang unggul, inovatif, dan profesional berlandaskan nilai Islami, dan memiliki daya saing global pada ilmu pengetahuan dan teknologi, memberikan pelayanan komprehensif dengan keunggulan khusus pada penanggulangan tuberkulosis.
“Penguatan bidang pulmonologi sangat penting melihat Indonesia menghadapi beban tuberkulosis yang tinggi, Secara global Indonesia menempati peringkat kedua kasus tuberkulosis setelah India, Jawa Timur berada peringkat kedua kasus tuberkulosis setelah Jawa Barat, menjadikan penguatan kapasitas dokter spesialis respirasi sebagai kebutuhan mendesak,” ucap Prof. Triyogi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unusa, Dr. dr. Handayani, mengukapkan kedua program dirancang tidak hanya menghasilkan dokter spesialis unggul secara klinis, tapi memiliki integritas moral dan kepedulian sosial. “Berharap lulusan mampu berikan pelayanan kesehatan yang profesional, beretika, serta responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu-anak dan tuberkulosis,” tuturnya.
Handayani menambahkan semoga menjadi pusat keunggulan pendidikan spesialis yang berkontribusi pada pencegahan penyakit sejak awal kehidupan, pengendalian penyakit menular strategis, dan penguatan sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas serta teknologi.
“FK Unusa targetkan lahirnya dokter spesialis yang berdaya saing global, mampu memimpin transformasi layanan kesehatan, serta berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,” imbuh Handayani.[ren.ca]


