25 C
Sidoarjo
Wednesday, January 21, 2026
spot_img

Perkembangan Wisata Agro Kota Batu, Optimalkan Potensi Pertanian

Kota Batu, Bhirawa
Kota Batu yang didominasi kawasan agropolitan memiliki banyak potensi pertanian yang bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata (agrowisata). Dan produk pertanian yang memiliki ciri atau karakter khas berpotensi dijadikan wisata tematik plus edukasi yang banyak diminati wisatawan.

Diketahui, selain buah apel yang telah menjadi ikon kota, ternyata Kota Batu juga memiliki kawasan pertanian penghasil buah durian. Buah yang memiliki aroma khas ini banyak ditemukan di perkebunan Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu.

Potensi pertanian ini menginisiasi Sujono Djonet untuk mengembangkan kebun durian ini menjadi kawasan agrowisata. Akhirnya muncul ide mendirikan Durian Fantasi (Dufan) sebagai bentuk destinasi wisata berbasis pertanian durian.

Sebagai konseptor, Djonet sengaja mendirikan destinasi Dufan Kota Batu langsung di kawasan penghasil durian. Yaitu, di wilayah Kelurahan Ngaglik, tepatnya di Jl Abdul Ghani Atas, Kota Batu.

”Dufan atau Durian Fantasi ini memberikan fokus sebagai pusat kuliner durian sekaligus wisata edukasi berbasis kebun durian,” ujar Djonet saat ditemui di Dufan Kota Batu, Minggu (18/1).

Konsep agrowisata yang diusung Dufan tidak sekedar menyediakan spot foto menarik ataupun tempat menikmati buah durian di kawasan pegunungan. Tetapi juga menyediakan spot edukasi terkait buah dan pohon durian.

Pengunjung diajak melihat langsung berbagai varian pohon durian. Kemudian mereka bisa belajar cara memilih bibit unggul, cara memelihara, dan memahami faktor yang mempengaruhi kualitas rasa buah.

Berita Terkait :  Cegah Musibah, Satlantas Polres Pasuruan Pasang Imbauan Pengguna Jalan

Bahkan di lokasi ini menjadi ruang pembelajaran bagi wisatawan tentang ekosistem buah premium. Hal ini dimulai dari proses pembibitan, proses penanaman, perawatan, hingga proses pasca produksi. Dengan konsep tersebut menjadikan kunjungan ke Dufan tidak hanya sebatas menikmati buah durian, tetapi juga memahami proses di baliknya.

”Kita lebih utamakan penguatan Durian Fantasi sebagai tempat wisata untuk belajar tentang agro atau pertanian. Pengunjung bisa mengenal proses pembibitan durian, bagaimana menanam pohon hingga berbuah, sampai cara mengolahnya,” papar Djonet.

Banyak varian durian premium bisa ditemukan di Dufan. Di antaranya, Black Thorn atau Duri Hitam, Musang King, dan Durian Bawor. Selain mengandalkan kebun di Ngaglik Kota Batu, manajemen juga mengembangkan perkebunan di wilayah Malang Selatan guna menjaga ketersediaan stok buah durian di Dufan.

Dengan harga terjangkau, para pecinta durian diajak untuk bisa menikmati durian yang legit dengan suasana pertanian yang kental. Tak hanya buah segar, hilirisasi produk turut menjadi daya tarik dengan beragam olahan kreatif. Seperti, talam durian, ketan durian, es krim durian, donat durian, hingga aneka olahan lain berbahan durian.

Sebagai konseptor, Djonet berkomitmen terus mengembangkan Dufan sebagai pusat edukasi agrowisata buah durian. Pihaknya juga fokus pada penguatan sarana edukasi pelestarian lingkungan. Hal ini diwujudkan dengan memberikan edukasi pengolahan limbah durian.

Konsep ini sebagai bentuk komitmen Dufan terhadap kelestarian lingkungan. Untuk itu pihak pengelola Dufan menerapkan Zero Waste. Limbah durian, mulai dari kulit hingga bijinya akan diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat. Limbah kulit durian akan diolah menjadi pupuk organik. Adapun bijinya akan dimanfaatkan menjadi tepung sebagai bahan baku pembuatan roti.

Berita Terkait :  1 Ton Beras Ludes Diserbu Warga di Pasar Murah Polsek Winongan

”Konsepnya memang menumbuhkan zero waste guna menjalankan prinsip ekonomi sirkulasi. Limbah-limbah tersebut tidak dibuang begitu saja,” tandas Djonet. [nas.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru