25 C
Sidoarjo
Tuesday, April 1, 2025
spot_img

Peringati HPN, RPS Tuban Gelar Dialog Interaktif di Radio

Tuban, Bhirawa
Organisasi profesi wartawan di Kabupaten Tuban atau Ronggolawe Press Solidarity (RPS) menggelar dialog interaktif di LPPL Pradya Suara, Radio Pradya Suara 94,6 FM dengan mengambil tema ‘Fenomena Literasi dan Kebiasaan Mencari Informasi di Era Digital’, dalam rangkamemperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2025, Senin (10/2).

Talk Show disiarkan secara langsung menghadirkan dua narasumber yakni Yunita Suryani, MPd, Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Kampus Unirow Tuban dan Ahmad Athoillah Wartawan Radar Tuban yang juga anggota RPS Tuban.

Sebelum memulai dialog interaktif, Ketua RPS, Khoirul Huda mengatakan, dialog interaktif ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan HPN 2025 yan digelar RPS. Sebab, sebelumnya sudah dilaksanakan penanaman pohon dan santunan anak yatim.

”Puncaknya nanti pada 23 Februari nanti akan digelar senam Poudfit yang akan digelar di Taman Hutan Kota Tuban Abipraya,” ujarnya.

Dalam setiap kegiatan RPS yang didukung sejumlah pihak di antaranya SIG Pabrik Tuban, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), Exxon Mobil Cepu Limited (ECML), Pertamina EP Field Cepu, Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ), Bank Jatim, PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PLN Nusantara Power, Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), PT Timbul Jaya dan Polres Tuban, untuk memeringati HPN selalu ada penanaman pohon dan santunan anak yatim. Hal ini menurut Huda, agenda wajib yang harus dilakukan, agar jurnalis dan media selalu dekat dan masyarakat dan alam.

Berita Terkait :  UM Targetkan Terima 12.656 Mahasiswa Baru di Tahun 2025

Terkait dengan dialog interaktif, Huda mengajak agar masyarakat bisa memilih dan memilah berita yan benar dan mana yang tidak benar. Sebab, saat ini sulit dibedakan mana yang berita dan mana yang sekadar informasi. Sehingga wartawan punya peran untuk memberikan informasi pada masyarakat agat tidak mengonsumsi berita yan tidak benar.

”’Sekaligus kami membuka diri untuk dikritik dan diberi masukan oleh banyak pihak selama menjalankan profesi jurnalis,” katanya.

Huda meminta agar masyarakat jangan sampai termakan dengan berita-berita yang tidak benar. Dialog yang disiarkan secara langsung itu sekaligus otokritik untuk wartawan. Sebab, wartawan bukan antikritik.

”’Apakah kami sudah sesuai apa belum dengan aturannya monggo dikritik, beri masukan agar kami bisa berkembang,” tandasnya.

Hal yang sama disampaikan Kabid Komunikasi dan Informasi Publik, Rita Zahara yang mewakili Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Tuban.

Rita meminta agar wartawan selalu menjaga kode etik, berkembang sesuai dengan teknologi dan menyajikan berita-berita yang berkualitas dan independen. Dia melihat selama ini komunikasi dan hubungan antara wartawan dengan Pemkab cukup baik dan pemberitaan berimbang.

”’Harapannya bisa terus terjaga dan komunikasi yan baik tetap terjaga. Berikan masyarakat informasi-informasi yang berkualitas,” harapnya.

Pada sesi dialog, mengawali paparannya yang pertama Yunita Suryani, M.Pd mengatakan, masyarakat saat ini cenderung menggantungkan informasi dari internet. Padahal tak semuanya yang disajikan dalam internet benar. Misalnya mencari resep masakan, bisa dengan gambar diperoleh dengan tutorial yang lengkap. [hud.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru