24 C
Sidoarjo
Sunday, March 15, 2026
spot_img

Peringatan 157 Tahun Jembatan Lama, Pengingat Warisan Sejarah Kota Kediri


Kediri, Bhirawa
Peringatan hari jadi ke-157 Jembatan Lama Kediri berlangsung khidmat sekaligus penuh makna, Sabtu (14/3) malam. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama jajaran pemerintah daerah serta para pegiat budaya di Kota Kediri.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kediri menuturkan bahwa Jembatan Lama bukan sekadar penghubung dua wilayah di Kota Kediri, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat dari masa ke masa.

“Jembatan Lama ini bukan hanya sekadar jembatan yang menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah, kehidupan masyarakat, serta perkembangan budaya di Kota Kediri. Momentum ini hendaknya tidak hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga untuk merawat dan menjaga warisan yang telah menjadi identitas kita,” jelas Vinanda.

Ia menambahkan, saat ini Jembatan Lama Kediri telah memiliki hak kekayaan intelektual serta ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, sehingga keberadaannya harus terus dijaga dan dilestarikan bersama.

Peringatan hari jadi jembatan ini diinisiasi oleh sejumlah pemerhati budaya dan sejarah yang tergabung dalam komunitas Juru Wotan. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh peneliti sejarah Jembatan Lama Kediri sekaligus pemerhati cagar budaya, Imam Mubarok.

Menurut Imam Mubarok yang akrab disapa Gus Barok, Jembatan Lama Kediri atau Brug Over den Brantas te Kediri genap berusia 157 tahun pada 18 Maret 2026 sejak pertama kali dioperasikan pada 18 Maret 1869. Saat itu jembatan ini dibangun sebagai bagian dari jalur Groote Postweg pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

Berita Terkait :  Batik Okra Surabaya Suarakan Pelestarian Budaya Pesisir yang Abadi

Namun, peringatan ulang tahun jembatan tahun ini dimajukan menjadi 14 Maret karena tanggal 18 Maret berdekatan dengan perayaan Idulfitri, sehingga dikhawatirkan masyarakat telah memasuki masa persiapan hari raya.

“Karena tanggal 18 Maret tahun ini berdekatan dengan Idul Fitri, maka peringatan ulang tahun jembatan dimajukan agar masyarakat tetap dapat mengikuti kegiatan dengan baik,” terangnya.

Secara historis, jembatan yang melintasi Sungai Brantas ini dikenal sebagai salah satu karya teknik penting pada abad ke-19. Struktur jembatan menggunakan konstruksi besi yang ditopang oleh tiang sekrup yang ditanam di dasar sungai.

“Jembatan di atas Sungai Brantas di Kediri ini merupakan jembatan besi pertama di Jawa, bahkan di dunia. Pada masa itu jembatan ini dianggap sebagai adikarya teknik oleh insinyurnya, yaitu Sytze Westerbaan Muurling,” jelas Gus Barok.

Ia menambahkan, usia jembatan tersebut bahkan lebih tua dibandingkan Brooklyn Bridge yang menghubungkan Manhattan dengan Brooklyn di New York City, Amerika Serikat, yang baru selesai dibangun pada tahun 1883.

Status Jembatan Lama sebagai cagar budaya peringkat nasional ditetapkan pada tahun 2022 melalui keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim bersama 14 objek cagar budaya lainnya di Indonesia.

Jembatan yang berada di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto tersebut memiliki panjang sekitar 160 meter, lebar 5,80 meter, dan tinggi sekitar 7,50 meter dari permukaan air Sungai Brantas. Penetapan sebagai cagar budaya dilakukan berdasarkan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 12 Maret 2019.

Berita Terkait :  Hari Batik Nasional, Smamda Surabaya Menggelar Workshop Membatik Daun Semanggi

Selain selamatan ulang tahun ke-157, peringatan ini juga dirangkai dengan penampilan kesenian jaranan, pengajian di kantor Disbudparpora, serta peluncuran tenun ikat Bandar bermotif Jembatan Lama karya perajin asal Bandar Kidul, Slamet Sugiyanto dari Palugada. [van.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!