Ratusan jemaah Forum Tabayun di Kota Kediri menunaikan Salat Id di Lapangan Futsal Sekartaji, Kamis (19/3).
Kota Kediri, Bhirawa
Saat mayoritas umat Islam belum merayakan Idul Fitri, ratusan jemaah yang tergabung dalam Forum Tabayun di Kota Kediri justru telah lebih dulu menggelar Salat Id pada Kamis (19/3) pagi. Ibadah tersebut dilaksanakan di Lapangan Futsal Sekartaji.
Sekitar 200 hingga 300 jemaah dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa, tampak memadati lokasi. Mereka mengikuti salat dengan khidmat meski pelaksanaannya berbeda dengan penetapan hari raya secara umum di Indonesia.
Sekretaris Forum Tabayun Kota Kediri, Hadi Sasongko, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan metode rukyatul hilal global, setelah pihaknya menerima laporan keterlihatan hilal di sejumlah negara.
“Landasan kami adalah hadis riwayat Bukhari nomor 1909. Intinya, jika hilal sudah terlihat oleh kaum muslimin di belahan bumi mana pun, maka itu menjadi dasar bagi kita semua untuk berhari raya. Tidak mungkin 1 Syawal itu dua kali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi memungkinkan informasi penampakan hilal dapat diterima secara cepat, baik melalui satelit maupun media sosial. Tahun ini, pihaknya meyakini hilal telah terlihat di beberapa negara seperti Afghanistan, Mali, Nigeria, dan Maroko.
Menurutnya, di negara-negara tersebut terdapat tim resmi yang melakukan rukyat hilal dan telah mengumumkannya secara sah. Karena itu, Forum Tabayun memilih mengikuti hasil rukyat tersebut sebagai dasar penetapan Idul Fitri.
Hadi menambahkan, selisih waktu antarnegara tidak melebihi 24 jam sehingga masih berada dalam satu siklus penanggalan yang sama. Ia menyebut, apabila hingga waktu subuh tidak ada laporan rukyat global yang valid, pihaknya akan mengikuti penetapan 1 Syawal pada Jumat (20/3/2026).
Terkait perbedaan dengan mayoritas umat Islam, Hadi menilai hal tersebut sebagai konsekuensi dari perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah.
“Perbedaan ini hal yang wajar dalam dinamika beragama. Saat terjadi perbedaan, kami memilih melaksanakan sesuai keyakinan kami,” pungkasnya.(van,nov.hel)


