Surabaya, Bhirawa
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berkerja sama dengan Pemerintah Swiss dengan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Sarjana Terapan terampil di bidang Renewable Energy di Ballroom Mandarin Oriental Jakarta.
Kerja sama ditandatangani bersama dengan Team Leader Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) Dian Elvira Rosa, program tersebut melibatkan PENS bersama sembilan politeknik lain di Indonesia, Kamis (22/1).
Direktur PENS, Arif Irwansyah, mengatakan bahwa kampus menyiapkan program studi yang mengakomodasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan konsentrasi Energi Terbarukan.
“Selain menyiapkan sarananya seperti laboratorium, bahan ajar dan tentunya SDM Dosen yang berkompeten sehingga menghasilkan luaran, lulusan Sarjana Terapan Unggul bidang Konsentrasi Energi Terbarukan,” Jelasnya.
Lanjut Arif mengungkapkan bahwa kerja sama memiliki nilai strategis ke depannya, dimana sejalan arahan pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi.
“Nilai kerja sama 3 Milyar, yaitu 2 Milyar dana Pemerintah Swiss dan 1 Miliar dari Kemendiktisaintek, berupa dana revitalisasi laboratorium, bantuan dana tersebut diserahkan dalam bentuk penyiapan laboratorium beserta peralatannya, kegiatan workshop dan kegiatan penyiapan kompetensi SDM Dosen yang kompeten” tutur Arif.
Arif menambahkan kerja sama ini jadi langkah lanjutan penguatan sektor energi yang pastinya membawa dampak positif bagi pengembangan PENS ke depannya. “BPSDM ESDM bekerja sama dengan Swiss State for Secretariat for Economic Affairs SECO melalui Renewable Energy Skills Development (RESD) Project berupaya mempersiapkan SDM kompeten demi mendukung transisi energi Indonesia menuju net zero emission 2060, serta Proyek RESD berjalan sejak Desember 2020 dan kini telah memasuki pelaksanaan tahap kedua dengan penandatanganan Pengaturan Proyek RESD Fase 2 antara BPSDM ESDM dan SECO pada 2 Oktober 2025,” Imbuhnya. [ren.wwn]

