24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Pemkot Surabaya Antisipasi Potensi Virus Nipah

Pemkot Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat langkah kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyakit menular, termasuk ancaman masuknya Virus Nipah ke Indonesia.

Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Surabaya, upaya antisipasi tetap dilakukan secara intensif dan terstruktur.

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan bahwa pihaknya selalu berada dalam kondisi siaga melalui penguatan sistem surveilans penyakit di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Dinkes Surabaya terus melakukan pemantauan laporan kesehatan secara berkala, sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI,” tegas Nanik, Rabu (4/2/2026).

Virus Nipah sendiri merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini berasal dari kelompok virus yang dapat menyerang sistem pernapasan dan saraf dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Hewan yang diketahui menjadi reservoir alami Virus Nipah adalah kelelawar pemakan buah.

“Penularan bisa terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta dalam kondisi tertentu melalui kontak erat antarmanusia,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Surabaya secara berkelanjutan melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran.

Edukasi tersebut meliputi penyampaian informasi resmi di fasilitas kesehatan, penguatan peran tenaga medis dalam memberikan pemahaman yang tepat, hingga kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Berita Terkait :  Prabowo Presiden, Gus Fawait: Jember Siap Bangkit dari Kemiskinan

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menghindari konsumsi makanan yang tidak higienis serta menjauhi kontak dengan hewan liar,” ujar dia.

Nanik menambahkan, seluruh fasilitas kesehatan di Surabaya telah memiliki mekanisme kewaspadaan dini terhadap penyakit menular, termasuk skrining gejala, pencatatan, dan pelaporan kasus sesuai sistem surveilans yang berlaku.

“Dengan sistem tersebut, deteksi dini bisa dilakukan apabila muncul gejala yang mengarah pada penyakit menular tertentu,” katanya.

Terkait pengawasan di perbatasan, baik jalur darat, laut, maupun udara, Nanik menyebut hal tersebut menjadi kewenangan lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan dan otoritas terkait lainnya.

“Dinkes Surabaya mendukung penuh melalui koordinasi dan kesiapsiagaan layanan kesehatan di wilayah, terutama jika ada notifikasi dari otoritas pusat,” imbuhnya.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk atau gangguan pernapasan, mual, dan muntah.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila gejala tersebut disertai penurunan kesadaran, kejang, atau riwayat kontak dengan hewan liar maupun orang sakit.

“Hingga saat ini, belum ada laporan atau temuan kasus terkonfirmasi Virus Nipah di Kota Surabaya. Namun pemantauan tetap dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Nanik mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada secara rasional dan berbasis informasi yang benar.

“Kami mengajak warga untuk tetap tenang, menerapkan PHBS, mengonsumsi makanan yang bersih dan matang, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Ikuti selalu informasi resmi dari pemerintah,” pungkasnya. [dre.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru