Pemkot Probolinggo, Bhirawa.
Upaya penguatan layanan kesehatan berbasis data dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo dengan meluncurkan program Digitalisasi Posyandu dan Jam Tangan Kesehatan Terintegrasi pada Kamis (5/2) di Ruang Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi menjelaskan, Posyandu yang awalnya merupakan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) kini telah berkembang menjadi Posyandu Enam Standar Minimal. Enam layanan dasar itu meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
“Layanan Posyandu saat ini mencakup seluruh siklus hidup melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer. Digitalisasi melalui aplikasi Siskia Mobile memudahkan kader dalam pendataan dan pelaporan secara real time,” ujar dr. Intan.
Ia menyebutkan, di Kota Probolinggo terdapat 219 Posyandu yang tersebar di 29 kelurahan. Seluruh Posyandu tersebut akan difasilitasi perangkat tablet guna mendukung pengelolaan data layanan kesehatan berbasis digital.
Selain digitalisasi pendataan, Pemkot Probolinggo juga menerapkan penggunaan jam tangan kesehatan bagi ibu hamil. Perangkat ini digunakan untuk memantau kondisi kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, nifas hingga balita secara berkelanjutan.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan, Kota Probolinggo menjadi daerah kedua di Indonesia setelah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang menerapkan digitalisasi Posyandu terintegrasi.
“Pembangunan harus dimulai dari data yang kuat. Digitalisasi Posyandu menjadi instrumen penting dalam monitoring, evaluasi, dan pengawasan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi penurunan angka kematian ibu di Kota Probolinggo. Pada tahun 2025, angka kematian ibu tercatat sebesar 82,37 per 100.000 kelahiran hidup, menurun signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Salah satu kader Posyandu menyampaikan, dukungan pemerintah daerah melalui penyediaan tablet sangat membantu dalam pelaksanaan tugas di lapangan, khususnya dalam pencatatan dan pelaporan kegiatan Posyandu.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Probolinggo atas bantuan tablet bagi kami kader Posyandu. Ini sangat membantu dalam penginputan data dan pelaporan kegiatan,” ujarnya.
Melalui program ini, Pemkot Probolinggo berharap kualitas layanan kesehatan masyarakat semakin meningkat, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting serta penurunan angka kematian ibu dan bayi.[irf.gat]

