32 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Pemkot Kediri Tingkatkan Kapasitas Tenaga Medis untuk Kendalikan PPOK dan Asma

Kota Kediri, Bhirawa
Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan menggelar On The Job Training (OJT) Pengendalian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan Asma. Kegiatan ini merupakan upaya untuk menekan kasus PPOK dan Asma di Kota Kediri dengan meningkatkan kapasitas tenaga medis.

OJT yang berlangsung selama tiga hari, hingga Jumat (6/11), diikuti oleh 40 tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan petugas puskesmas se-Kota Kediri.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, antara lain dr. Nur Prasetyo Nugroho, Sp.P yang memaparkan tentang Pencegahan dan pengendalian PPOK. Kemudian dr. Caesar Ensang Timuda, Sp.P tentang pendekatan praktis kesehatan paru di FKTP dan pengendalian asma pada dewasa serta dr. Renyta Ika Damayanti, Sp.A tentang pengendalian asma pada anak.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Fahmi Adi Priyantoro, menjelaskan bahwa puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dituntut untuk memberikan pelayanan prima. Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan optimal sesuai prosedur.

“Peserta difokuskan dari puskesmas karena upaya promotif dan preventif lebih diutamakan. Puskesmas harus menyiapkan sarana prasarana dan SDM yang kompeten, terutama dengan kebijakan terbaru terkait 144 diagnosa yang harus ditangani di FKTP terlebih dahulu, termasuk PPOK,” jelas dr. Fahmi, Rabu (5/11).

Menurutnya, penyakit saluran pernapasan seperti Tuberkulosis (TB), asma, penyakit paru-paru kronis, dan bronkopneumonia kerap ditangani di puskesmas. Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) tahun 2023, diperkirakan ada 4,8 juta penderita PPOK di Indonesia dengan prevalensi 5,6%.

Berita Terkait :  Senyum Bahagia Mbah Sonten Setelah Mendapatkan Kursi Roda dari Polres Mojokerto

Selain peningkatan kapasitas SDM, Dinas Kesehatan Kota Kediri juga menggalakkan program pencegahan PPOK, seperti Upaya Berhenti Merokok (UBM). Program ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara mengatasi kecanduan nikotin.

“PPOK lebih banyak disebabkan oleh asap rokok. Tidak hanya perokok aktif, perokok pasif juga berpotensi terkena PPOK,” tambah dr. Fahmi.

Dengan adanya OJT ini, diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di puskesmas masing-masing, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Kediri semakin meningkat.(van,nov.ca)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru