26 C
Sidoarjo
Wednesday, February 18, 2026
spot_img

Pemkot Batu Fokus Hilirisasi Riset Pertanian dan Pariwisata

Pemkot Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota Batu memberikan fokus perhatiannya untuk melakukan dan mengembangkan hilirisasi riset pertanian dan pariwisata. Hal ini dilakukan untuk membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih terarah dan aplikatif. Maka Pemkot melalui penjajakan kerja sama riset bersama universitas dari luar negeri dan universitas dalam negeri.

Rabu (18/2), bertempat di Gedung Bina Praja, Rumah Dinas Wali Kota Batu, Pemkot melakukan penjajakan kerja sama dengan Graduate School of International Development Nagoya University (GSID) Jepang, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB). Pertemuan dipimpin Wali Kota Batu, Nurochman didampingi beberapa Kepala OPD terkait.

Wali Kota menegaskan, kolaborasi internasional harus diarahkan pada hilirisasi riset yang berdampak nyata bagi masyarakat. ”Untuk di Kota Batu, kolaborasi internasional ini khusus untuk penguatan sektor pertanian dan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah,” ujarnya.

Menurut Nurochman, kerja sama tidak cukup berhenti pada forum akademik. Tetapi juga harus melahirkan model yang bisa direplikasi dan diintegrasikan dalam kebijakan daerah. Untuk itu diharapkan program ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar menghadirkan kontribusi konkret.

”Dan klaborasi riset ini harus menjawab kebutuhan daerah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambah Nurochman.

Wali Kota juga menekankan pentingnya pelibatan perangkat daerah terkait sejak tahap perencanaan agar sinergi lintas sektor dapat terbangun sejak awal. Dengan demikian, hasil kajian dan rekomendasi akademik dapat langsung diterjemahkan menjadi program yang implementatif.

Berita Terkait :  Kantor KPUD dan Bawaslu Situbondo Dijaga Ketat Polisi

Sementara itu, Prof Isamu Okada menyampaikan, kunjungan ini merupakan bagian dari penjajakan program pengiriman mahasiswa magister (S2). Dan ada sebanyak 15-20 orang yang direncanakan berlangsung pada September mendatang.

”Program ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama antara akademisi Jepang dan Pemerintah Kota Batu dalam mengembangkan model pembangunan berbasis potensi lokal,” ujar Isamu.

Tim GSID turut memaparkan sejumlah praktik baik di Jepang yang berpotensi diadaptasi di Kota Batu. Di antaranya, konsep Michi-no-Eki, yakni fasilitas terpadu di tepi jalan utama yang berfungsi sebagai rest area sekaligus pusat promosi produk lokal dan UMKM.

Selain itu, disampaikan pula praktik penguatan pertanian berbasis pengalaman wisata (experiential tourism), hingga pengemasan komoditas unggulan seperti mangga premium di Prefektur Miyazaki yang memiliki standar kualitas tinggi dan nilai jual eksklusif. Model ini dinilai relevan untuk dikaji lebih lanjut mengingat Kota Batu memiliki karakter pertanian hortikultura dan destinasi wisata yang kuat.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkot Batu, Tenaga Ahli Wali Kota, akademisi FEB UB, serta pimpinan instansi vertikal terkait. Ke depan, penjajakan ini akan ditindaklanjuti melalui perumusan rencana kerja bersama yang lebih teknis dan terukur. [nas.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru