Kota Batu, Bhirawa
Seniman Kota Batu saat ini membutuhkan ruang pertunjukan kesenian tradisional untuk menampilkan karya-karya budaya nusantara. Kondisi ini direspon Pemerintah Kota (Pemkot) dengan memberikan fokus perhatian pada perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) kesenian. Selain itu pemkot juga mempertimbangkan upaya penyediaan ruang pertunjukan khusus seni budaya.
“Untuk mewujudkan ruang pertunjukan khusus seni budaya, kami memohon dukungan dari Pepadi dan seluruh insan budaya di Kota Batu dan memberikan masukan dalam merealisasikan hal itu,” ujar Nurochman, Wali Kota Batu, Minggu (22/2).
Sebagai wali kota, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi). Begitu pula sebaliknya, Pepadi akan berkontribusi dalam setiap kegiatan seni dan budaya yang digagas oleh pemkot.
Sinergi ini dijarapkan dapat mendorong paguyuban agar terus mensosialisasikan kesenian wayang kepada generasi muda. Karena penyebaran minat terhadap wayang sebagai budaya leluhur sangat penting. Hal ini agar kesenian wayang tidak dipandang hanya sebagai tontonan orang tua. Tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Selain itu, dalam pengembangan dan pelestarian seni budaya, Wali Kota Batu juga beraudiensi dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) kota ini. Dan pengurus PHDI Kota Batu berkomitmen untuk terus mendukung program serta memperkuat sinergi dengan Pemkot terutama dalam pengembangan seni budaya.
PHDI Kota Batu berharap dapat terus berperan aktif dalam melestarikan budaya dan peninggalan leluhur. Apalagi Kota Batu memiliki sejumlah situs bersejarah, salah satunya kawasan Candi Songgoriti.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batu akan terus mendorong upaya pelestarian melalui sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. “Pelestarian warisan budaya merupakan hak penting sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus potensi edukasi dan pariwisata,” tandas Nurochman. [nas.wwn]

