27 C
Sidoarjo
Monday, March 30, 2026
spot_img

Pemkab Gresik dan Cargill Perkuat Kolaborasi, Tutup Program Penurunan Stunting di Manyar

Gresik, Bhirawa

Pemerintah Kabupaten Gresik bersama PT Cargill Indonesia menutup program promosi dan pencegahan stunting fase 2 yang dilaksanakan di enam desa Kecamatan Manyar.

Kegiatan penutupan yang dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif mengatakan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) PT Cargill Indonesia di Kecamatan Manyar menunjukkan capaian yang terukur, di antaranya pelatihan sebanyak 42 laskar cegah stunting dalam komunikasi perubahan perilaku untuk mendukung edukasi masyarakat.

“Penurunan stunting ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Tidak cukup hanya pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, atau KBPPPA saja, dan juga tidak bisa hanya perusahaan. Ini harus kolaboratif,” ujarnya.

Berbagai Intervensi Sasar Kelompok Strategis  Intervensi program menyasar berbagai kelompok strategis, antara lain  452 ibu menyusui mendapatkan edukasi dan dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), 440 orang tua balita dan peserta PAUD memperoleh pengetahuan kesehatan melalui program parenting cegah stunting, 300 remaja putri mendapatkan edukasi melalui program Youth Speak Up Cegah Stunting.

Dalam pelaksanaannya, tercatat 300 paket PMT telah didistribusikan dan 10 kali pertemuan sosialisasi dilaksanakan. Program ini juga menghasilkan resolusi tindakan yang diterapkan di tingkat keluarga, sekolah, dan desa. Penguatan komunikasi dilakukan melalui produksi dan pemasangan 500 lembar stiker edukasi terkait penyebab stunting, yang menjangkau minimal 100 keluarga sasaran untuk mendukung kader dalam menyampaikan pesan secara efektif.

Berita Terkait :  Polres Bojonegoro Gelar 'Gerakan Merah Putih untuk Negeri' Sambut HUT Ke-80 RI

Fokus pada Dampak Nyata

Wabup Alif menekankan bahwa keberhasilan program harus diukur dari dampak nyata terhadap penurunan angka stunting.

“Target utama kita adalah penurunan stunting. Program boleh banyak, relawan boleh banyak, tapi kalau tidak berdampak, itu yang harus kita evaluasi,” ungkapnya.

Kecamatan Manyar menghadapi tantangan sebagai kawasan industri dengan mobilitas penduduk tinggi, serta masih ditemukannya pernikahan usia muda yang berdampak pada pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci dalam pencegahan stunting, terutama dalam membangun kesadaran orang tua terkait pentingnya pemenuhan gizi anak.

“Kita tidak harus langsung menjangkau semua desa, cukup fokus di enam desa ini tapi hasilnya harus signifikan. Jika berhasil, akan sangat membantu pemerintah daerah,” tambahnya.

Pemkab Gresik mendorong penguatan intervensi berbasis desa melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui forum rembuk stunting desa, keterlibatan kader, serta dukungan dunia usaha. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!