26 C
Sidoarjo
Monday, March 30, 2026
spot_img

Pemkab Bojonegoro Targetkan Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Dimulai 2027

Bojonegoro, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) mulai dilaksanakan pada 2027. Proyek jalan lingkar ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan.

Menurut Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, pembangunan JLS telah masuk dalam program prioritas Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2027. Kini, tahapan studi kelayakan dan desain pengembangan telah diselesaikan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPU BIMA) Bojonegoro.

”Kami menargetkan pada 2027 sudah ada kegiatan pembangunan,” ujar Edi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten yang digelar di Gedung Pemkab Bojonegoro, Jumat (27/3).

Menurut Edi, desain pengembangan yang telah disusun mencakup gambar detail, spesifikasi material, hingga estimasi biaya konstruksi sebagai dasar penyusunan dokumen pembangunan selanjutnya.

Rencana pembangunan jalan lingkar ini sejatinya telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bojonegoro 2018-2023. Namun, proyek tersebut belum terealisasi dan kembali dimasukkan dalam RPJMD periode 2025-2029.

Jalan Lingkar Selatan direncanakan membentang sepanjang sekitar 37 kilometer, menghubungkan Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, hingga kawasan Proliman di Kecamatan Kapas. Jalur tersebut akan melewati sejumlah desa, antara lain Ngumpakdalem di Kecamatan Dander serta Bangilan, Tapelan, Tanjungharjo, dan Kedaton di Kecamatan Kapas.

Di titik tertentu, pemerintah juga merencanakan pembangunan jalan layang di atas rel kereta api, masing-masing di Desa Ngujo dan Proliman. Infrastruktur ini ditujukan untuk memperlancar akses kendaraan besar dari arah barat dan timur tanpa mengganggu perjalanan kereta api.

Berita Terkait :  Pelaku Usaha Kopi dan Akademisi Dorong Kualitas Produk Lokal

Secara desain, jalan lingkar akan dibangun dengan dua jalur, masing-masing selebar delapan meter, lengkap dengan trotoar di kedua sisi. Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah daerah akan melakukan pembebasan lahan di sepanjang trase jalan.

Kebutuhan pembangunan JLS dinilai mendesak seiring meningkatnya volume kendaraan yang melintasi pusat kota. Berdasarkan kajian Dinas Perhubungan Bojonegoro, rasio arus lalu lintas di sejumlah ruas utama telah mencapai lebih dari 0,9, yang menunjukkan kondisi mendekati jenuh. Kecepatan rata-rata kendaraan pun hanya sekitar 20 kilometer per jam.

Selama ini, kendaraan berat dari arah Surabaya maupun Ngawi masih melintasi pusat kota, melalui ruas-ruas seperti Jl Ahmad Yani, Gajah Mada, Untung Suropati dan Rajekwesi.

Dengan hadirnya Jalan Lingkar Selatan, arus kendaraan diharapkan dapat terdistribusi lebih merata sehingga mengurangi beban lalu lintas di pusat kota serta membuka peluang pengembangan kawasan baru di wilayah pinggiran. [bas.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!