Pemkab Bojonegoro, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKP CK) terus berkomitmen dalam meningkatkan efisiensi energi dan memperbaiki kualitas penerangan jalan dengan mengganti sebanyak 440 titik lampu jenis SON-T 250 watt dengan LED hemat energi.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi daerah, yakni “Terwujudnya Bojonegoro yang Makmur dan Membanggakan”, serta sejalan dengan program efisiensi energi nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Penggantian lampu dilakukan di dua wilayah utama, yakni wilayah kota dan jalur perbatasan kabupaten. Tercatat, 150 titik berada di sejumlah ruas jalan dalam kota, sedangkan 290 titik lainnya tersebar di jalur strategis antar wilayah.
Di wilayah kota, penggantian lampu dilakukan di sejumlah ruas jalan padat lalu lintas seperti Jl. Dr Cipto, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Letda Mustajab, Jl. Monginsidi, Jl. Pemuda Timur, Jl. Rajawali, Jl. Serma Abdulah, Jl. Serma Dasri, Jl. Sersan Kusman, dan Jl. Dr. Suharso.
Sedangkan untuk wilayah perbatasan, penggantian dilakukan di jalur nasional Bojonegoro – Padangan dan Padangan – Ngawi, serta jalur provinsi Bojonegoro – Nganjuk.
Kepala Dinas PKP CK Bojonegoro, Satito Hadi melalui Kepala Bidang PJU dan Pemeliharaan Sarana Prasarana, Sarifuddin, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari program efisiensi energi nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Penggantian lampu PJU ini kami lakukan di dua tipe wilayah. Untuk kawasan kota, lampu SON-T 250 watt diganti dengan LED 95 watt. Sedangkan di wilayah perbatasan, diganti dengan LED 120 watt. Keduanya lebih hemat energi dan memiliki tingkat pencahayaan yang lebih optimal,” jelas Sarifuddin, Senin (8/9).
Ia menambahkan, kebijakan ini juga menyesuaikan dengan regulasi terbaru dari kementerian yang mendorong penggunaan lampu hemat energi di fasilitas umum.
“Lampu LED 95 watt atau 120 watt terbukti lebih efisien dan lebih terang dibandingkan lampu lama. Ini tidak hanya membantu penghematan energi, tetapi juga memberikan penerangan yang lebih baik, khususnya di malam hari,” pungkasnya.
Dengan penggantian ini, diharapkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, baik di wilayah kota maupun perbatasan, dapat semakin meningkat. Selain itu, langkah ini juga menunjukkan keseriusan Pemkab Bojonegoro dalam mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan. [bas.kt]

