Jakarta, Bhirawa
Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) mengharapkan olahraga wushu dimasukkan lagi ke dalam cabang prioritas pemerintah, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Mudah-mudahan pemerintah ya nanti juga bisa mengevaluasi kembali (prestasi yang ditorehkan cabang wushu untuk bisa dimasukkan kembali sebagai cabang prioritas DBON),” kata Sekretaris Jenderal PB WI Ngatino dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan olahraga wushu yang tidak lagi masuk sebagai cabang prioritas dalam DBON baru yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Dalam DBON baru, terdapat 20 cabang unggulan Olimpiade yaitu atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo.
Kemudian, balap sepeda, voli pantai (2×2), bola basket (3×3), dayung (rowing dan canoe), tenis, anggar, gulat, equestrian, serta satu cabang world heritage yaitu pencak silat.
Cabang wushu yang sebelumnya masuk dalam prioritas di DBON sebelumnya, kini tidak lagi menjadi prioritas. Ngatino mengatakan dari informasi yang diketahuinya, hal itu disebabkan karena DBON baru memprioritaskan cabang unggulan Olimpiade, sedangkan wushu tidak dipertandingkan dalam Olimpiade.
“Tetapi kan untuk membuat bendera Merah Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang bukan hanya di Olimpiade, tetapi juga selalu ada di SEA Games, ada Asian Games,” katanya.
Ia mengatakan bahwa berprestasi di Olimpiade memang menjadi sasaran utama, tetapi proses untuk mencapai di level itu harus dimulai dari bawah yaitu di level Asia Tenggara kemudian Asia.
Wushu Indonesia, kata dia, telah membuktikan prestasi dengan dua kali menjadi juara umum di SEA Games. Selain itu, juga berprestasi di Kejuaraan Asia maupun Kejuaraan Dunia.
“Nah ini kan juga mestinya menjadi pertimbangan. Saya kira itu. Mudah-mudahan ya,” kata Ngatino.[ant.kt]


