29 C
Sidoarjo
Wednesday, March 11, 2026
spot_img

Pantau Posko Pelayanan THR Keagamaan, Gubernur Desak Perusahaan Tuntaskan Pemberian THR


Pemprov, Bhirawa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bergerak cepat memastikan hak para pekerja terpenuhi menjelang Idulfitri 2026. Khofifah melakukan inspeksi mendadak ke Posko Induk Pelayanan THR Keagamaan di Kantor Disnakertrans Jatim, Surabaya, pada Rabu (11/3/2026) guna memantau langsung alur pengaduan buruh.

Dalam kunjungannya, Khofifah menyempatkan diri berdialog via zoom meeting dengan petugas posko di Tuban, Probolinggo, dan Malang Raya.

Meski di beberapa daerah tercatat nihil aduan, Posko Pusat di Disnakertrans Jatim justru mencatat aktivitas yang cukup tinggi.

“Di posko pusat ini sudah ada 20 konsultasi dan 20 pengaduan yang masuk. Dari jumlah itu, sembilan kasus telah tuntas kami selesaikan, sementara 11 lainnya sedang dalam proses mediasi,” ujar Khofifah di hadapan awak media.

Khofifah menegaskan bahwa keberadaan 54 titik posko di seluruh Jawa Timur bertujuan untuk menjadi jembatan antara pekerja dan perusahaan. Ia memberikan apresiasi bagi pengusaha yang telah mencairkan THR lebih awal, namun tetap memberikan peringatan tegas bagi yang belum menunaikan kewajibannya.

“Harapan kita H-7 semua sudah beres. Hari ini posisi H-9, artinya ada waktu dua hari lagi bagi perusahaan untuk memaksimalkan proses penyelesaian THR bagi karyawannya,” tegasnya.

Senada dengan Gubernur, Kadisnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, memaparkan bahwa sejak dibuka pada 25 Februari hingga 10 Maret 2026, pihaknya telah menerima total 18 pengaduan dan 20 konsultasi. Sebanyak 12 aduan masuk melalui call center dan 6 lainnya melalui layanan tatap muka.

Berita Terkait :  Jadi Daya Tarik Baru, PendekaRun Sukses Gaet Ribuan Peserta

“Tim Pengawas Ketenagakerjaan Jatim terus bergerak. Dari 18 aduan yang masuk, separuhnya sudah selesai kami tindak lanjuti,” kata Sigit.

Data Disnakertrans menunjukkan Kota Surabaya mendominasi jumlah aduan dengan 5 laporan, disusul Kabupaten Mojokerto dan Trenggalek masing-masing 3 laporan. Dari sisi sektor industri, manufaktur menjadi sektor yang paling banyak dilaporkan oleh pekerja (4 aduan), diikuti sektor agribisnis (3 aduan), dan industri makanan-minuman (2 aduan).

Langkah preventif dan mediasi ini diharapkan mampu menekan angka konflik industrial sehingga para pekerja di Jawa Timur dapat merayakan lebaran dengan tenang dan sejahtera. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!