27 C
Sidoarjo
Tuesday, February 17, 2026
spot_img

Pamerkan Produk dan Inovasi, Expo dan Expose SMK Jatim Diapresiasi Kemendikdasmen dan LAN RI

Transaksi Penjualan Hingga Rp3,074 miliar, Gubernur Puji Kompetensi Siswa SMK Bertalenta Hebat

Pemprov, Bhirawa
Produk karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jawa Timur mencatatkan transaksi penjualan hingga Rp. 3,074 miliar pada gelaran Expo dan Expose Hebatnya SMK Jatim 2026 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (14/2).

Capaian tersebut menjadi bukti nyata kualitas kompetensi vokasi sekaligus validasi pasar terhadap karya peserta didik.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menutup langsung kegiatan itu menyatakan bahwa capaian transaksi tersebut merupakan pembuktian bahwa siswa SMK Jawa Timur memiliki talenta dan daya saing tinggi.

“Ini bukan sekadar pameran, tetapi pembuktian. Ketika produk siswa laku di pasar hingga miliaran rupiah, berarti talenta mereka hebat dan dibutuhkan. Anak-anak SMK Jatim telah menunjukkan kualitasnya,” puji Khofifah.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah dan guru yang aktif mendorong peserta didik menampilkan produk dan karya terbaiknya. Menurutnya, etalase inovasi dalam expo menjadi cara efektif membuka gerbang masa depan generasi vokasi.

“Cara kita membuka gerbang masa depan salah satunya menampilkan etalase inovasi, kreatifitas dan gagasan yang luar biasa di masing-masing booth. Terima kasih kepada mitra dunia usaha dan industri menampung gagasan-gagasan out of the box siswa siswi SMK Jatim,” ungkap Khofifah.

Pada tahun ini, Expo dan Expose Hebatnya SMK Jatim mengusung konsep “Marketplace Live and Direct”, yakni mempertemukan langsung hasil produksi sekolah dengan kebutuhan industri. Konsep tersebut dinilai mampu memangkas jarak antara pendidikan dengan dunia kerja.

Menurut Khofifah, teaching factory_dan _teaching industry di SMK Jatim tidak kalah dengan teaching factory dan teaching industry di berbagai Perguruan Tinggi Negeri yang pernah dikunjungi seperti ternak ayam, ternak sapi potong, ternak sapi perah dan perikanan.

“Budidaya ikan SMK/SMA sangat luar biasa mulai pembenihan termasuk Inseminasi buatan ikan lele. Selain itu, sparepart ujung senjata yang diproduksi Pindad di Malang, merupakan hasil dari produksi SMK Suko Mojokerto,” ungkapnya.

Berita Terkait :  BI dan Pemprov Jatim Perkuat Program Strategis Pengendalian Inflasi

Berdasarkan dari hasil pengamatan, Khofifah mengatakan Produk SMK sudah bagus. Namun yang perlu ditambah adalah landasan teori.

“Inovasi, gagasan dan kreativitas luar biasa harus ditampung di industri dan usaha yang tepat sehingga mereka akan menjadi anak bangsa yang luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, validasi pasar menjadi bukti kompetensi paling nyata sekaligus membentuk mentalitas wirausaha. Semangat ini tidak menekankan kemampuan membuat produk, tetapi juga memahami nilai ekonomi dan keberlanjutannya. Inilah mental entrepreneur yang dibutuhkan.

“Antara ruang dan peluang yang luas insyaallah vocational training yang didapatkan untuk penguatan vokasi akan menguatkan market yang bisa menyerap sehingga menjadi anak bangsa yang luar biasa,” tuturnya.

Khofifah mengucapkan terima kasih kepada para guru dan kepala sekolah atas dedikasi dan pengabdian yang tak pernah lelah mendampingi siswa-siswi. Termasuk dunia usaha dan industri, telah menjadi mitra yang konstruktif untuk memberikan masukan agar kurikulum senantiasa relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Terima kasih dinas pendidikan Jatim serta seluruh dunia usaha dan industri telah melakukan MOU karena membangun partnership bagi seluruh SMK ada syarat yang ditentukan, yakni employability yang ada hubungan dengan dunia usaha dan industri,” ungkapnya.

“Employability ending dari pendidikan advokasi untuk melihat tingkat diterima dalam dunia usaha dan industri,” imbuhnya.

Sementara ,Sekretaris LAN RI Andi Taufik mengagumi kegiatan expo dan expose Hebatnya SMK Jatim karena proses yang menjadi target RPJM salah satunya adalah meningkatkan Indeks Kualitas Manusia.

“Proses yang dilakukan SMK mencerdaskan bangsa dan Jatim selalu terdepan melalui kreativitas dan inovasi melalui guru dan kepala sekolah yang kompeten dan profesional,” ujarnya.

Menurut Andi, karya dan inovasi yang dipamerkan tidak terlepas dari peran guru dan kepala sekolah dalam menanamkan ilmu pengetahuan serta keterampilan kepada peserta didik. Karena itu, kreativitas dan inovasi di Jawa Timur kini telah menjadi habituasi dan budaya pembelajaran yang menyenangkan.

Berita Terkait :  Olahraga Jadi Tumpangan Politik, Tiga Partai Besar Rebut Kursi Ketum KONI Kabupaten Malang.

Ia pun berharap daerah lain dapat mencontoh Jawa Timur dalam memberikan ruang apresiasi terhadap hasil proses pembelajaran dan inovasi siswa serta guru.

“Inovasi SMK di Jawa Timur sudah menjadi lifestyle. Jika tidak berinovasi, justru dianggap tidak keren. Ini bukti empiris yang kita saksikan bersama. Harapannya inovasi dan kreativitas guru, kepala sekolah serta kepemimpinan Gubernur Khofifah di sektor pendidikan bisa direplikasi oleh seluruh SMA / SMK di Indonesia,” pungkasnya.

Sedangkan Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Arie Wibowo Khurniawan menyatakan mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jatim terselenggaranya expo yang menjadi panggung pembuktian siswa siswi SMK Jatim menunjukkan kualitas menjawab kebutuhan dunia kerja.

“Kami mengatakan pendidikan kejuruan tulang punggung pertumbuhan ekonomi. SMK Jatim tidak hanya teori tetapi juga memberikan kontribusi. Semoga pemerintah dan industri menghidupkan generasi emas yang berdaya saing,” ungkapnya.

Momentum hari ini sangat penting untuk membangun sinergi seluruh komponen bangsa agar SMK siap menghadirkan pendidikan yang berinovasi sekaligus menjadi insan yang berkarakter menjawab tantangan zaman.

Ia menilai, tantangan SMK saat ini tidak lagi sebatas isu tenaga kerja atau minimnya kompetensi, melainkan bagaimana memanfaatkan peluang. Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dinilai berhasil membuka ruang bagi karya lokal siswa dan guru agar selaras dengan kebutuhan global, khususnya DUDI.

Arie juga mencatat peran strategis Jawa Timur dalam penyediaan tenaga kerja nasional dan global. Ia menyebut Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan jumlah SMK dan peserta didik terbesar di Indonesia.

Dengan potensi tersebut, pihaknya optimistis SMK di Jawa Timur mampu bersaing secara nasional dalam pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Sinergi sangat penting dan kami sadar program pemerintah tidak berhasil tanpa dukungan pemerintah daerah. Pengembangan SMK Jatim sangat baik bahkan kami optimis SMK Jatim menjadi model SMA lain dalam vokasi,” tuturnya.

Berita Terkait :  SiLPA Membengkak, DPRD Jatim Minta Gubernur Hati-hati Kelola APBD Jatim 2025

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah serta seluruh jajaran di Jatim atas perhatian dalam perkembangan SMK Jatim untuk berkembang dan meningkatkan prestasinya.

“Kami ingin menyampaikan SMK Jatim sudah naik kelas. Expo menampilkan produk dan workshop serta bisnis matching yang ditunjukkan SMK Jatim. SMK menghasilkan produk yang lebih menentukan kualitas daripada kuantitas,” ungkapnya.

“Menguatkan citra SMK Jatim sebagai pusat profesional dan bagian dunia usaha dan industri yang terkoneksi dengan DUDI untuk membuka lapangan kerja,” imbuhnya.

Sebagai informasi, expo SMK Jatim Hebat diikuti 269 sekolah negeri dan swasta selama 3 hari. Di hari terakhir dilakukan serangkaian acara seperti penandatanganan MoU antara Dinas Pendidikan Prov. Jatim dengan PT. Grab teknologi indonesia, PT. Indo bismar, PT. Alpha karya mecatronic, CV. Tirta fertindo pratama, PT. Benih citra asia, VernonEdu PT. Akademi indonesia maju, PT. Kimia farma apotek unit bisnis malang, CV. Banyu biru MS tulunggagung. Dilanjutkan Dinas Kominfo Prov. Jatim dengan SMK Telkom Malang serta Pemerintah Kota Probolinggo dengan SMKN 2 Probolinggo.

Tak hanya menutup gelaran acara, di kesempatan ini Gubernur khofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan turut menyerahkan biaya pendidikan senilai 1 juta rupiah kepada 15 Siswa, kemudian 21 piagam penghargaan Apresiasi Hebatnya SMK Jawa Timur kategori Booth SMK dengan Transaksi terbanyak, Booth SMK dengan pengunjung terbanyak, Produk SMK terbanyak diminati.

Dilanjutkan, melaunching aplikasi EDOTEL bersama Sestama LAN RI, Direktur SMK Kemendiksasmen, Kadisdik Prov. Jatim aplikasi yang menawarkan bidang perhotelan. Lalu, penandatangan pencanangan bebas sampah plastik di lingkungan sekolah bersama seluruh undangan memegang Tumbler dan mengangkat ke atas.

Penutupan expo & expose 2026 ditandai dengan memasang puzzle huruf X oleh Gubernur Khofifah didampingi Sestama LAN RI, Direktur SMK Kemendikdasmen RI dan Kepala Dindik Prov Jatim. [ina.gat*]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru