Kota Padang, Bhirawa
Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat (Sumbar) Virtuous Setyaka menyarankan agar Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau dan mengutamakan keamanan Warga Negara Indonesia (WNI) di Timur Tengah, menyusul meningkatnya konflik dan eskalasi di kawasan itu.
“Sebaiknya mulai dari sekarang mulai dipikirkan cara untuk mengamankan WNI yang ada di Timur Tengah,” kata Virtuous Setyaka di Kota Padang, Minggu.
Hal tersebut disampaikan Virtuous menyusul meningkatnya eskalasi dan ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat bersama sekutunya Israel yang berimbas pada beberapa negara di Timur Tengah.
Beberapa pangkalan militer milik Amerika Serikat di beberapa negara Timur Tengah yakni Bahrain, Qatar dan Uni Emirat Arab juga turut menjadi sasaran rudal-rudal yang dikirimkan Iran.
Virtuous khawatir jika langkah pengamanan terhadap WNI yang saat ini sedang berada di beberapa negara yang sedang terlibat perang tidak segera dilakukan, maka berpotensi mengancam keselamatannya.
Ia menilai konflik yang terjadi di Timur Tengah bisa memicu perang regional serta melibatkan beberapa negara di kawasan itu. Oleh sebab itu, Kementerian Luar Negeri disarankan segera mengambil langkah antisipasi terhadap para WNI di zona merah.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh mengimbau seluruh WNI di wilayah Arab Saudi agar tetap tenang, dan tidak panik dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di sekitar domisili masing-masing.
KBRI juga meminta para WNI untuk memantau informasi dari sumber resmi dan terpercaya dan mematuhi arahan dan imbauan dari otoritas Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh. WNI di negara tersebut juga diimbau untuk melakukan lapor diri ke KBRI Riyadh melalui laman https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html.[ant.kt]


