Surabaya, Bhirawa
Dosen Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merespon fenomenal post-holiday blues atau perasaan lesu, hilangnya semangat, atau kesulitan fokus setelah libur.
Libur lebaran menyisakan tantangan bagi mahasiswa untuk kembali pada ritme akademik padat, perubahan kebiasaan tersebut selama di kampung halaman tak jarang memicu penurunan motivasi atau kesulitan focus, Selasa (24/3).
Pakar Psikolog Unesa, Meita Santi Budiani mengatakan pentingnya strategi transisi yang terukur, dimana langkah awal harus dilakukan ialah melakukan refleksi terhadap capaian akademik sebelum libur.
“Mahasiswa perlu mengidentifikasi target yang sudah tercapai maupun agenda yang masih tertunda untuk memetakan prioritas baru, refleksi ini memberikan batasan yang jelas supaya kita memiliki kompas untuk kembali fokus pada tujuan,” ujarnya.
Lanjut Meita mengukapkan pentingnya mereaktivasi motivasi diri, dimana mahasiswa diingatkan meninjau kembali alasan di balik setiap target akademik, terutama kaitannya dengan kesiapan pascakampus.
“Dunia kerja menuntut kemampuan bersaing dengan banyak individu yang memiliki prestasi serupa, keunggulan kompetitif tidak lahir dari nilai akademik, tapi dari pengembangan soft skill dan keaktifan berorganisas, masa transisi ini momentum tepat untuk kembali memacu potensi diri agar siap menghadapi kompetitor di masa depan,” tuturnya.
Meita mengukapkan kunci mengatasi kemalasan pascalibur ialah self-awareness atau kesadaran diri. “Mahasiswa memahami ritme kerja dan kondisi emosinya akan lebih mudah menentukan cara belajar yang efektif, termasuk mengatur waktu istirahat secara proporsional, untuk membantu fokus yang belum stabil, bisa penggunaan Metode Pomodoro, ialah Teknik dilakukan dengan fokus mengerjakan tugas selama 25 menit, diikuti istirahat singkat selama 5 menit secara berulang,” ucap Meita
Kata Meita metode tersebut membantu tetap produktif tanpa merasa terbebani secara mental, awal-awal bisa mulai bekerja secara bertahap meskipun mood belajar belum sepenuhnya kembali normal.
“Melalui langkah reflektif dan teknik kerja yang praktis, mahasiswa diharapkan bisa membangun kembali energi positif, transisi tertata tidak cuman membantu penyelesaian tanggung jawab akademik, tapi membentuk mentalitas tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan,” imbuhnya. [ren.wwn]



