25 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

PAD Jember Tembus Rp1 Triliun, Gus Fawait Tegaskan 2026 Jadi Tahun Pembuktian


Jember, Bhirawa
Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember yang menembus angka Rp1 triliun pada tahun 2025.

Capaian tersebut disampaikan dalam Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Jember ke-97 bersama DPRD Kabupaten Jember, Jumat (2/1).

Sidang paripurna istimewa yang digelar di Gedung DPRD Jember itu dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah undangan. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Jember.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait menyebut capaian PAD Rp1 triliun tersebut berhasil diraih lebih cepat satu tahun dari target awal yang diproyeksikan pada 2026. Meski demikian, ia menegaskan pencapaian itu bukanlah garis akhir.

“Ini bukan titik akhir, tetapi pijakan untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah,” ujar Gus Fawait.

Ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen meningkatkan PAD tanpa membebani masyarakat. Strategi yang ditempuh ke depan adalah mengoptimalkan potensi yang sudah ada, sekaligus menutup kebocoran penerimaan daerah melalui tata kelola yang disiplin dan taat aturan.

Selain capaian fiskal, Gus Fawait juga menyampaikan sejumlah “kado istimewa” dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Jember ke-97. Salah satunya adalah terwujudnya integrasi kawasan wisata Pantai Papuma dan Watu Ulo, yang disebut telah diperjuangkan selama puluhan tahun.

Menurutnya, integrasi tersebut tidak hanya berdampak pada penguatan sektor pariwisata, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan diplomasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Berita Terkait :  Jeep Wisata Gunung Bromo Terperosok ke Jurang, Tiga Orang Penumpang Selamat

“Ini bukan hanya tentang pariwisata. Ini adalah simbol diplomasi tertinggi. Keberhasilan lobi pemerintah daerah bersama jajarannya untuk meyakinkan pemerintah pusat sehingga Papuma dan Watu Ulo dapat terintegrasi,” tegasnya.

Terkait peringatan Hari Jadi Kabupaten Jember tahun ini, Gus Fawait menyampaikan bahwa perayaan tidak dilakukan dengan pesta. Pemerintah memilih menggelarnya melalui selamatan dan doa bersama, sejalan dengan arahan Presiden dan pemerintah pusat, mengingat bangsa Indonesia tengah berduka akibat bencana alam yang menimpa sejumlah wilayah di Sumatera.

Dalam bidang tata kelola pemerintahan, Gus Fawait menegaskan komitmen evaluasi kinerja OPD mulai awal tahun 2026. Seluruh OPD diminta memaparkan target program, anggaran, serta rencana serapan selama tiga bulan ke depan, sekaligus menandatangani pakta integritas. Evaluasi kinerja akan dilakukan setiap tiga bulan dengan melibatkan DPRD, khususnya Komisi C yang membidangi pendapatan daerah.

Sementara di sektor pembangunan, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mendorong percepatan pelaksanaan program sejak awal tahun. Fokus utama diarahkan pada pembangunan infrastruktur agar realisasi tidak menumpuk di akhir tahun anggaran dan serapan anggaran berjalan lebih efektif.

Menutup sambutannya, Gus Fawait menetapkan tahun 2026 sebagai “tahun pembuktian”, setelah tahun 2025 disebutnya sebagai “tahun pemanasan”. Salah satu target besar yang dicanangkan adalah menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Jember hingga di bawah 200 ribu jiwa.

“Filosofi kita berbangsa dan bernegara adalah kesejahteraan. Mudah-mudahan di tahun 2026, angka kemiskinan kita bisa turun di bawah 200 ribu. Ini adalah tahun pembuktian,” pungkasnya. [geh.gat]

Berita Terkait :  Kodim Mojokerto Apresiasi SMKN 1 Dlanggu Tolak Anarkisme dan Bijak Bersosmed

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru