Surabaya, Bhirawa
Pengprov Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Jawa Timur terus memacu prestasi dan membina atlet. Agar program itu bisa tercapai induk olahraga silat se Jatim itu menggelar Penataran Pelatih Pencak Silat.
Sebanyak 150 pelatih dari seluruh pengurus kabupaten (Pengkab), pengurus kota (Pengkot), serta sembilan perguruan silat anggota IPSI Jatim mengikuti kegiatan yang digelar di KONI Jatim mulai 22-25 Januari.
Wakil Ketua I IPSI Jawa Timur, Tono Suharyanto, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis organisasi untuk mencetak pelatih berkualitas. Fokus utama dari pelatihan ini adalah membekali para instruktur agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.
“Peningkatan prestasi adalah tujuan utama kami. Setelah mengikuti penataran ini, para pelatih akan kembali ke daerah masing-masing untuk menjalankan program pembinaan secara intensif,” kata Tono saat ditemui di KONI Jatim, Kamis (22/1).
Ia menambahkan bahwa para lulusan penataran ini akan langsung diuji kemampuannya dalam waktu dekat. “IPSI Jatim tengah mempersiapkan Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang memperebutkan Piala Ketua Umum IPSI Provinsi Jawa Timur sebagai ajang pembuktian hasil pembinaan di tingkat cabang,” katanya.
Langkah IPSI Jatim ini mendapat dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. Sekretaris Umum KONI Jatim, Akmal Budianto, menilai pelatihan ini merupakan respons tepat atas hasil evaluasi performa cabang olahraga pencak silat.
“KONI sangat mengapresiasi inisiatif ini. Kami percaya bahwa pelatih yang berkualitas adalah kunci utama lahirnya atlet yang berkualitas pula. 150 peserta ini diharapkan memiliki kualifikasi mumpuni untuk membawa pencak silat Jawa Timur ke level baru,” kata Akmal.
Lebih lanjut, Akmal menekankan pentingnya peran pelatih dalam meningkatkan tensi persaingan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). “Porprov bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan barometer keberhasilan pembinaan sekaligus sarana regenerasi atlet. Dengan kualitas pelatih yang merata, persaingan di Porprov diharapkan semakin kompetitif dan sehat demi mencetak atlet-atlet unggulan yang siap mengharumkan nama Jawa Timur,” kata mantan Kepala BPSDM Jatim itu. [wwn]


