26 C
Sidoarjo
Saturday, March 21, 2026
spot_img

OJK Catat Pembiayaan Baru Multifinance Capai Rp78,16 T di Januari 2026

“(Penyaluran tersebut) didominasi pembiayaan multiguna dengan porsi 47,47 persen”

Jakarta, Bhirawa

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman menyatakan penyaluran pembiayaan baru industri multifinance tercatat mencapai Rp78,16 triliun pada Januari 2026.

“(Penyaluran tersebut) didominasi pembiayaan multiguna dengan porsi 47,47 persen. Secara nominal, pembiayaan multiguna mencapai Rp37,10 triliun, pembiayaan investasi Rp18,72 triliun, dan pembiayaan modal kerja sebesar Rp17,04 triliun,” kata Agusman dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan, segmen pembiayaan modal kerja diperkirakan masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan industri multifinance pada 2026, seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat dalam pengadaan barang dan jasa serta ekspansi usaha.

Ia menuturkan, hal tersebut salah satunya terlihat dari pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance di Provinsi Papua Selatan yang mencatatkan capaian tertinggi secara nasional pada Januari 2026, yakni sebesar 116,09 persen yoy.

Agusman mengatakan, peningkatan pembiayaan yang signifikan di wilayah tersebut antara lain didorong oleh peningkatan pembiayaan alat berat yang mencapai Rp484,69 miliar.

Selain itu, perbaikan pasar otomotif pada awal tahun ini juga menjadi sinyal prospek pertumbuhan yang positif bagi pembiayaan multifinance di sektor kendaraan.

Agusman mengatakan, sepanjang 2022 hingga 2025, piutang pembiayaan kendaraan roda empat tumbuh rata-rata 6,80 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan pembiayaan untuk kendaraan roda empat bekas mencatat rata-rata pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni sebesar 12,75 persen yoy.

Berita Terkait :  Dunia Usaha Wilayah Kerja BI Malang Triwulan II 2024 Tumbuh Terakselerasi

Ia menyatakan, per Januari 2026, total penyaluran pembiayaan roda empat tercatat sebesar Rp229,43 triliun.

Sementara itu, pembiayaan kendaraan listrik pada Januari 2026 tumbuh 39,13 persen yoy menjadi Rp21,05 triliun, didorong peningkatan penjualan kendaraan listrik dan diperkirakan akan tetap tumbuh positif pada 2026 sejalan dengan tren elektrifikasi kendaraan.

Melihat peningkatan ekspansi usaha dan pergerakan yang positif di sektor otomotif, Agusman menuturkan proyeksi pertumbuhan piutang industri sebesar 6-8 persen pada 2026 dinilai realistis.

” Untuk mencapainya, perusahaan perlu mengoptimalkan potensi sektor dan wilayah yang prospektif dengan tetap menjaga kualitas aset dan manajemen risiko,” ujarnya. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!