28 C
Sidoarjo
Sunday, March 29, 2026
spot_img

Nakhoda BP3MI Jatim Buka Jalan Pekerja Terampil ke Korea

BAGI Gimbar Ombai Helawarnana, mengabdi pada perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bukan sekadar urusan administratif, melainkan misi kemanusiaan.

Setelah setahun menakhodai Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, pria yang dikenal progresif ini kini bersiap mengemban amanah baru sebagai Atase Ketenagakerjaan di Korea Selatan per Senin (30/3/2026).

Di bawah kepemimpinannya, BP3MI Jatim mencatatkan transformasi besar. Salah satu warisan terpentingnya adalah keberhasilan menyabet predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2025.

Tak hanya bersih secara birokrasi, Gimbar juga mendekatkan layanan kepada masyarakat dengan menambah titik pelayanan dari 10 menjadi 13 lokasi, termasuk ekspansi ke Jember, Probolinggo, dan Kediri.

“Kami ingin pelayanan lebih cepat dan dekat. Warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus dokumen penempatan,” ujar Gimbar saat ditemui di sela persiapan serah terima jabatan.

Terobosan lain yang sangat dirasakan manfaatnya adalah hadirnya pusat ujian EPS-TOPIK mandiri di BP3MI Jatim. Kini, calon pekerja migran asal Jawa Timur tidak perlu lagi membuang waktu dan biaya untuk mengikuti ujian skema Government to Government (G to G) ke Semarang atau Jakarta.

Meski mencetak prestasi gemilang, termasuk penghargaan Pelayanan Prima dari Menpan RB, Gimbar mengakui tantangan terbesar tetaplah edukasi. Ia kerap berhadapan dengan tradisi bekerja ke luar negeri secara non-prosedural yang mengakar di beberapa daerah.

Berita Terkait :  Fokuskan Layanan Publik dan Efektivitas Program

“Bekerja secara unprosedural itu berisiko tinggi. Saat terjadi sakit atau musibah, pemerintah sulit memfasilitasi karena ketiadaan data. Itulah mengapa kami terus mendorong skema legal agar negara hadir melindungi,” tegasnya.

Kini, dengan koper yang siap berangkat ke Korea Selatan, Gimbar membawa visi yang lebih besar. Ia ingin mengubah wajah PMI di mata dunia. Jika sebelumnya penempatan didominasi sektor informal (asisten rumah tangga dan perkebunan), Gimbar bertekad memperluas pasar kerja sektor terampil (skilled labor).

Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, ia menargetkan 500.000 penempatan di tahun 2026 dengan fokus pada bidang hospitality, tenaga perawat, konstruksi, hingga welder.

“Tugas saya di Korea bukan hanya soal perlindungan, tapi mencari peluang kerja yang bonafide bagi anak bangsa. Kita punya potensi besar di sektor formal,” jelasnya penuh optimis.

Gimbar selalu memegang teguh prinsip persiapan matang. Ia mengutip pepatah kuno yang menjadi pemantiknya dalam bekerja: “Naik panggung tanpa persiapan, turun panggung tanpa penghormatan.”

Bagi Gimbar, bekerja ke luar negeri adalah jembatan untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran. Harapannya, para PMI kelak pulang membawa modal dan keahlian untuk menjadi pengusaha di tanah air.

Kepada penggantinya nanti, Gimbar menitipkan pesan agar tongkat estafet perjuangan menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) terus dilanjutkan. Ia bermimpi BP3MI Jatim segera naik level menjadi Balai Besar demi pelayanan yang jauh lebih maksimal bagi para pahlawan devisa. [rac.kt]

Berita Terkait :  RAPBD 2026 Prioritaskan Layanan Masyarakat

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!