Bojonegoro, Bhirawa
Sebanyak 4.143 anak di Kabupaten Bojonegoro, masih tercatat sebagai Anak Tidak Sekolah (ATS) berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data per 30 Juni 2025. Data tersebut merupakan hasil pemutakhiran terhadap 6.355 data awal ATS yang diverifikasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadlo melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Anang Prasetyo Adi menyampaikan bahwa verifikasi dilakukan untuk memastikan ketepatan data sekaligus sebagai dasar perumusan kebijakan penanganan ATS. Proses tersebut dilaksanakan melalui penelusuran lapangan, wawancara, serta koordinasi dengan sekolah, pemerintah desa, dan pihak terkait.
“Dari hasil verifikasi, sebanyak 2.212 anak berhasil dikembalikan ke sekolah, baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan kesetaraan. Sementara 4.143 anak lainnya masih menjadi fokus penanganan,” kata Anang, Kemarin (19/1).
Hasil pendataan menunjukkan bahwa faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama anak tidak bersekolah. Sebanyak 875 anak terpaksa berhenti sekolah karena bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Selain itu, 351 anak tidak melanjutkan pendidikan karena menikah atau mengurus rumah tangga.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah rendahnya motivasi dan persepsi terhadap pentingnya pendidikan. Tercatat 425 anak menyatakan tidak mau bersekolah, sedangkan 131 anak menilai pendidikan yang telah ditempuh sudah cukup.
Sementara 247 anak belum dapat diverifikasi karena keterbatasan informasi atau perpindahan domisili.
Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka ATS melalui pendampingan keluarga, penguatan pendidikan kesetaraan, serta kolaborasi lintas sektor agar hak pendidikan anak dapat terpenuhi. [bas.wwn]

