Sidoarjo, Bhirawa
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul mendorong Pemkab Sidoarjo Sidoarjo untuk segera membuka Sekolah Rakyat (SR) di wilayahnya pada tahun 2026 ini.
Menurut Gus Ipul, posisi Kabupaten Sidoarjo sebagai wilayah penyangga Ibukota Provinsi Jatim, memiliki peran sangat penting dalam memastikan warganya yang terdaftar dalam desil 1 maupun desil 2, dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN ), di wilayahnya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Karena akan dilakukan Pemkab Sidoarjo maka bisa mendirikan sekolah rakyat yang bersifat rintisan.
”Minimal tahun 2026 ini di Kabupaten Sidoarjo sudah mulai bisa dilaksanakan,” kata Gus Ipul Yusuf, Jumat (6/2) akhir pekan lalu, di aula MPP Sidoarjo, ketika menghadiri sosialisasi terkait pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kabupaten Sidoarjo.
Program sekolah Rakyat Rintisan ini, menurut Gus Ipul, bisa dengan memanfaatkan gedung milik aset pemerintah daerah setempat sebagai fasilitas belajar mengajarnya.
Di Indonesia pada tahun 2026 ini, menurut Gus Ipul, pemerintah sudah membangun sebanyak 100 SR permanen di berbagai penjuru Indonesia, dengan target tambahan 100 sekolah lagi pada 2027 mendatang.
“Untuk SR di Kabupaten Sidoarjo ke depan, saya berharap pembangunan SR permanen, akan dapat masuk dalam kuota pembangunan 100 SR tahun 2027 mendatang,” kata Gus Ipul berharap.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan lahan seluas 9,5 hektar di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, untuk bisa dimanfaatkan sebagai lokasi SR permanen.
”Semoga tahun 2027 mendatang kita dapat merealisasikan apa yang menjadi harapan dari Mensos itu,” jelas Subandi.
Keinginan itu sangat penting karena akan bisa mengakomodasi pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Sidoarjo yang keluarganya terdaftar dalam desil terbawah dalam DTSEN. [kus.fen]

