29 C
Sidoarjo
Tuesday, April 7, 2026
spot_img

Menteri PU: Infrastruktur Berbasis Masyarakat Sentuh Langsung Rakyat

Jakarta, Bhirawa

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa Infrastruktur Berbasis Masyarakat atau IBM menyentuh langsung kepada masyarakat yang paling bawah.

“Kita semua sepakat, Infrastruktur Berbasis Masyarakat itu langsung menyentuh kepada masyarakat yang paling bawah,” ujar Dody di Jakarta, Selasa.

Kementerian PU tetap sedang melakukan konsolidasi agar optimalisasi penganggaran tidak dilakukan pada Infrastruktur Berbasis Masyarakat, sehingga Kementerian PU akan tetap mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur berbasis masyarakat sebesar Rp5,48 triliun dengan memang konsekuensi penyesuaian pada anggaran kegiatan-kegiatan yang non-infrastruktur berbasis masyarakat.

Dody mengatakan dengan total alokasi anggaran sebesar Rp5,48 triliun, total target lokasi program infrastruktur berbasis masyarakat tahun 2026 adalah mencapai 15.364 lokasi.

Dirinya berkomitmen akan jaga alokasi anggaran untuk Infrastruktur Berbasis Masyarakat atau IBM berdasarkan rencana pagu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) awal tahun anggaran 2026 sebesar Rp5,48 triliun di tengah penajaman belanja kementerian/lembaga negara (K/L) untuk memitigasi kondisi global.

“Yang Infrastruktur Berbasis Masyarakat, Insya Allah sambil kita juga nanti diskusi dengan Kementerian Keuangan apakah boleh misalnya jangan itu yang diambil, misalnya diambil lainnya,” kata Dody.

Dirinya menyampaikan diskusi terkait hal tersebut masih dalam tahapan pembahasan dengan pihak-pihak terkait sampai dengan 15 April 2026.

Kementerian PU sedang melakukan penajaman belanja sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI dalam rangka mitigasi kondisi global serta menjaga defisit APBN tetap terkendali.

Berita Terkait :  ESG Bukan Sekadar Komitmen, PT PGN Tbk Buktikan Lewat Aksi Nyata

Penajaman belanja ini berdasarkan surat Menteri Keuangan Nomor S-181 tanggal 1 April 2026 melalui optimalisasi pagu sebesar Rp12,71 triliun, sehingga rencana pagu DIPA tahun 2026 dari Rp118,89 triliun menjadi sebesar Rp106,18 triliun.

Terkait komposisi anggaran pada rencana pagu DIPA awal tahun anggaran 2026 dapat Kementerian PU melaporkan bahwa untuk infrastruktur berbasis masyarakat (IBM) yang awalnya dialokasikan Rp4,8 triliun, kemudian hasil diskusi terakhir dengan Komisi V DPR RI menjadi Rp5,48 triliun.

Pada rencana optimalisasi pagu, kata Dody, salah satu kegiatan yang dilakukan pemotongan oleh Kementerian Keuangan adalah kegiatan infrastruktur berbasis masyarakat yang lebih disebabkan karena kurangnya data dukung. Sehingga per saat ini kegiatan infrastruktur berbasis masyarakat hanya Rp950 miliar.

“Tapi Insya Allah, kami sudah melakukan exercise beberapa kali dengan teman-teman di Direktorat Jenderal, Insya Allah akan kami kembalikan kembali sesuai komitmen awal kami Rp5,48 triliun untuk infrastruktur berbasis masyarakat. Nanti pada kesempatan yang berikutnya kami akan sampaikan lebih rinci setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan,” katanya.

“Upaya yang sementara ini kami kerjakan dan masih ongoing sebagai komitmen kami agar target infrastruktur berbasis masyarakat tahun 2026 tetap dapat kami penuhi. Kami sangat menyadari dinamika penganggaran memerlukan penyesuaian pendanaan lebih cepat dan lebih cermat agar target program secara makro dapat dipenuhi dan manfaatnya tetap dirasakan masyarakat,” tambah Dody. [ant.kt]

Berita Terkait :  Wacana WFH, Mendagri Pastikan Layanan Esensial Akan Tetap Berjalan

Berita Terkait

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!