32 C
Sidoarjo
Monday, April 13, 2026
spot_img

Mentan Minta Kepala Daerah Petakan Wilayah Pertanian Hadapi Kemarau

“ Dalam rangka antisipasi musim kemarau yang terjadi pada tahun ini, Kementerian Pertanian menginstruksikan kepada seluruh gubernur dan bupati se-Indonesia agar melakukan mapping wilayah langganan kekeringan “

Jakarta, Bhirawa

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta kepala daerah segera memetakan wilayah pertanian rawan kekeringan sebagai langkah strategis menghadapi musim kemarau akibat fenomena El Nino, guna menjaga produksi dan ketahanan pangan nasional.

Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh gubernur dan bupati di Indonesia agar melakukan pemetaan daerah langganan kekeringan sekaligus menyiapkan sistem peringatan dini atau early warning system secara terintegrasi.

“Dalam rangka antisipasi musim kemarau yang terjadi pada tahun ini, Kementerian Pertanian menginstruksikan kepada seluruh gubernur dan bupati se-Indonesia agar melakukan mapping wilayah langganan kekeringan dan early warning system,” kata Mentan dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan langkah itu penting untuk memastikan respons cepat terhadap potensi kekeringan sehingga dampak terhadap produksi pertanian dapat diminimalkan melalui perencanaan yang matang dan koordinasi lintas sektor di daerah.

Selain meminta kepala daerah melakukan pemetaan, Amran juga mengaku jika pihaknya mengoptimalkan pengelolaan air irigasi melalui rehabilitasi jaringan, pembangunan embung, sumur dangkal, sumur dalam, serta pemanfaatan pompanisasi perpipaan dan irigasi perpompaan.

Upaya tersebut diperkuat dengan strategi percepatan tanam menggunakan varietas tahan kekeringan, pengaturan pola tanam adaptif, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pertanian.

Berita Terkait :  Wakil Ketua DPD RI: Reformasi Polri Harus Menyerap Spirit Hoegeng

Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiagakan alat dan mesin pertanian berupa pompa air, traktor, hand sprayer, serta transplanter dalam jumlah besar secara bertahap.

Amran menyebutkan selama periode 2024 hingga 2025, pemerintah telah menyediakan sebanyak 171.000 unit alat dan mesin pertanian guna memperkuat kesiapan petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan musim kemarau.

Sementara itu, pada 2026 ditargetkan distribusi 37.000 unit infrastruktur air seperti irigasi perpompaan, perpipaan, konservasi, rehabilitasi jaringan tersier, serta tambahan 94.000 unit pompa air untuk mendukung produksi.

Sebelumnya, Mentan menegaskan Indonesia memiliki pengalaman kuat dalam menghadapi El Nino, sehingga mampu menjaga stabilitas produksi pangan nasional melalui berbagai strategi adaptasi dan mitigasi yang terukur.

“(El Nino) Godzilla kan katanya kering enam bulan. Tapi sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu (tahun) 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman (di tahun) 2015, 2023, 2024. La Nina, El Nino,” kata Mentan ditemui di sela-sela meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4). [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!