Oleh:
Nurfadila Aprilia, Mahasiswa Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
I Gde Sandy Satria, S.H., M.H Dosen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berada pada tahap perkembangan yang krusial, yaitu masa transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja atau pendidikan lanjutan. Pada fase ini, siswa dihadapkan pada berbagai pilihan masa depan yang membutuhkan pertimbangan matang, baik dari sisi minat, bakat, kemampuan, maupun kesiapan mental. Namun, pada praktiknya, tidak semua siswa memiliki pemahaman yang cukup untuk merencanakan arah karier secara terstruktur.
Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa kelas XII SMK Walisongo Pacet. Meskipun pihak sekolah telah melakukan pemetaan awal terkait rencana magang dan kelanjutan pendidikan siswa, masih terdapat sebagian siswa yang merasa ragu dan belum memiliki keyakinan penuh terhadap pilihan masa depan yang akan diambil. Keraguan ini umumnya disebabkan oleh keterbatasan pemahaman mengenai potensi diri, minimnya informasi mengenai jurusan kuliah dan dunia kerja, serta pengaruh lingkungan sekitar seperti teman sebaya dan keluarga.
Sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat di bidang pendidikan, Mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menyelenggarakan kegiatan Career Planning & Future Path Guidance di SMK Walisongo Pacet. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan awal kepada siswa agar mampu mengenali potensi diri, memahami berbagai pilihan setelah lulus sekolah, serta menyusun arah karier secara lebih terarah dan realistis.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan di aula SMK Walisongo Pacet dan diikuti oleh sekitar 50 siswa kelas XII sesuai rekomendasi pihak sekolah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode sosialisasi dan edukasi interaktif, dengan penyampaian materi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa SMK. Materi yang diberikan meliputi pengenalan konsep dasar perencanaan karier, pentingnya mengenal minat dan bakat, hubungan antara kepribadian dengan pilihan jurusan dan karier, serta gambaran umum jalur pendidikan dan dunia kerja setelah lulus.
Selain penyampaian materi, mahasiswa juga membagikan Modul Career Planning & Future Path Guidance sebagai media pendukung pembelajaran. Modul ini disusun secara sederhana dan aplikatif agar mudah dipahami oleh siswa, serta dilengkapi dengan lembar refleksi diri dan career mapping sederhana. Melalui modul tersebut, siswa diarahkan untuk melakukan refleksi terhadap minat, bakat, dan rencana masa depan yang ingin dicapai.
Kegiatan pengabdian ini mendapatkan respons positif dari pihak sekolah dan peserta. Siswa menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung dan mulai menyadari pentingnya merencanakan masa depan secara sadar, bukan sekadar mengikuti pilihan orang lain atau tren sesaat. Diskusi yang dilakukan juga membantu siswa memahami bahwa setiap pilihan karier memerlukan persiapan dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan Career Planning & Future Path Guidance ini, diharapkan siswa SMK Walisongo Pacet memiliki bekal awal dalam mengenali diri dan merencanakan masa depan secara lebih matang. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berkelanjutan. [*]

