31 C
Sidoarjo
Monday, March 30, 2026
spot_img

Mendagri Jelaskan Alasan Sempat Absen Dapat Dengan Komisi II DPR RI

“Acara Komisi juga bersamaan dengan acara Presiden yang saya harus hadir, misalnya Sekolah Rakyat waktu di Bekasi, di mana peran Kemendagri sangat penting, dan yang diundang hanya beberapa menteri saja,”

Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan alasan dirinya sempat absen, setidaknya sebanyak lima kali, dalam rapat dengan Komisi II DPR RI.

Tito, saat rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, mengatakan dirinya berhalangan hadir dalam rapat-rapat sebelumnya karena mesti menjalankan tugas yang lain.

Tugas lain yang dimaksud Tito, yakni mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto hingga meninjau daerah terdampak bencana akhir tahun lalu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Acara Komisi juga bersamaan dengan acara Presiden yang saya harus hadir, misalnya Sekolah Rakyat waktu di Bekasi, di mana peran Kemendagri sangat penting, dan yang diundang hanya beberapa menteri saja,” ucap dia.

Tito bercerita dirinya diminta oleh Presiden Prabowo untuk turun langsung sejak bencana banjir bandang dan longsor melanda wilayah utara Sumatera pada akhir November 2025.

“Saat itu saya sudah hampir mungkin dalam satu minggu bisa 3–4 hari keliling Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, sampai ditunjuk menjadi Kasatgas (Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera),” kata dia.

Selain itu, Tito menyebut undangan rapat dari DPR sering kali tidak dikirimkan sejak jauh hari. “Saya terima hari Sabtu untuk hari Senin, padahal saat itu saya lagi di tengah hutan,” ujarnya.

Berita Terkait :  DPR RI Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan RUU Hukum Perdata Internasional

Meski tidak bisa hadir langsung, Tito menugaskan wakil menteri (wamen) untuk menghadiri rapat dengan komisi yang mengurusi bidang pemerintahan dalam negeri tersebut. “Hampir semuanya saya minta tiga wamen untuk hadir,” kata dia.

Dia lebih lanjut menegaskan ketidakhadirannya dalam rapat-rapat sebelumnya bukanlah bentuk tidak menghargai anggota dewan, apalagi untuk menghindar. Ia juga meminta maaf atas hal-hal tidak berkenan yang ditimbulkan.

“Sekali lagi, kami mohon maaf kalau ada hal-hal yang tidak berkenan. Sama sekali tidak bermaksud untuk tidak menghargai, tapi itulah yang kami sampaikan yang terjadi,” ucap Mendagri Tito.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengapresiasi kehadiran Mendagri Tito dalam rapat kerja kali ini.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya serta rasa kangen yang seberat-beratnya terutama kepada Bapak Mendagri yang hari ini dapat hadir di Komisi II DPR RI,” kata dia di awal rapat.

Rifqi mengakui kerap menyinggung ketidakhadiran Mendagri Tito. Namun, ia menekankan, “Tidak bermaksud mendiskreditkan Pak Mendagri, hanya mengutarakan rasa kangen yang sulit diungkapkan.”

Pada Senin ini, Komisi II DPR RI menggelar rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Mendagri Tito Karnavian yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI serta Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono.

Agenda rapat meliputi pemaparan dan pengawasan program kerja Kemendagri, BNPP, dan Otorita IKN tahun 2026 hingga tindak lanjut pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun 2025. [ant.kt]

Berita Terkait :  Selamatkan Aset Negara, KAI Daop 8 Surabaya Tertibkan Rumah Dinas

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!