Pemkab Pasuruan, Bhirawa
Menteri Agama, Nasaruddin Umar meminta mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Iran untuk tetap tenang dan tidak panik menyikapi eskalasi situasi di kawasan Timur Tengah. Pemerintah memastikan terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri.
Pernyataan ini disampaikan Nasaruddin di sela-sela kunjungan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren di Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jumat (6/3). Kunjungan itu sekaligus menjadi ajang serap aspirasi terkait penguatan peran lembaga pendidikan Islam tradisional di tanah air.
”Sejak semalam saya terus berkomunikasi dengan pihak Kemlu. Mahasiswa kita di Iran difasilitasi penuh. Sebagian besar memilih bertahan sambil memantau perkembangan. Dan kami pastikan posisi mereka saat ini dalam keadaan aman,” tandas Nasaruddin Umar saat ditemui di kompleks Pondok Pesantren Sidogiri.
Meski situasi geopolitik di Timur Tengah terus menjadi perhatian dunia, pemerintah tetap mengedepankan langkah-langkah preventif melalui perwakilan diplomatik.
”Perlindungan terhadap mahasiswa adalah prioritas, mengingat peran mereka sebagai aset bangsa di masa depan,” imbuh Nasaruddin Umar.
Dalam rangkaian kunjungannya di Jawa Timur, Menteri Agama menyambangi dua institusi pendidikan Islam yang memiliki pengaruh besar.
Destinasi pertama adalah Pondok Pesantren Salafiyah, Kota Pasuruan, yang disambut langsung oleh pengasuh pesantren, KH Idris Hamid. Setelah itu, rombongan bertolak menuju kediaman KH Fuad Nur Hasan, pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri di Kecamatan Kraton.
Dalam suasana penuh keakraban, Nasaruddin sempat melaksanakan salat Jumat berjamaah bersama ribuan santri di pesantren yang telah berdiri lebih dari 280 tahun ini. Menag memandang Sidogiri sebagai prototipe lembaga pendidikan yang mampu bertahan melintasi zaman.
”Ini adalah pesantren yang sangat tua. Usianya yang mencapai dua abad lebih membuktikan kekokohan sistem pendidikan kita. Sidogiri harus menjadi teladan bagi pesantren-pesantren lain di Indonesia dalam hal kemandirian dan pembinaan umat,” kata Nasaruddin Umar.
Kunjungan itu juga membawa pesan mengenai rencana strategis Kementerian Agama dalam memperkuat peran pesantren.
Nasaruddin menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan struktur Direktorat Jenderal Pondok Pesantren agar pembinaan terhadap lembaga pendidikan ini lebih luas dan merata di seluruh pelosok daerah.
Melalui penguatan kelembagaan tersebut, diharapkan pesantren tidak hanya menjadi pusat transmisi ilmu agama, namun juga benteng pertahanan moral bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.
”Kami memohon doa dari para kiai agar bangsa kita tetap kuat, selamat dari fitnah, dan mampu menghadapi cobaan seberat apa pun,” urai Nasaruddin Umar. [hil.fen]


