Pemprov, Bhirawa
Keberlanjutan lingkungan hidup kini bukan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan pilar utama di Provinsi Jawa Timur. Di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, komitmen menjaga alam telah menjelma menjadi aksi nyata yang membuahkan prestasi membanggakan.
Keberhasilan ini tercermin dari skor Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Timur tahun 2024 yang mencapai 71,24. Angka ini menempatkan Jawa Timur dalam kategori “Baik” sekaligus menjadi capaian IKLH tertinggi di antara seluruh provinsi di Pulau Jawa.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Nurkholis, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras kolektif.
“Pencapaian IKLH tertinggi di Pulau Jawa ini merupakan cerminan keberhasilan Indikator Kinerja Utama Gubernur yang kini menjadi fondasi dalam RPJMD Jatim 2025-2029. Kami di DLH Jatim terus mengawal transisi menuju masa depan hijau melalui program strategis yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah kegiatan dan inovasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur dilaksanakan dalam mendukung pencapaian IKLH dan transisi menuju masa depan hijau, adalah :
Desa Berseri: Program partisipatif pengelolaan sampah dan RTH yang telah menjangkau 1.306 desa/kelurahan di 38 Kabupaten/Kota hingga tahun 2025.
Bimtek Pengelolaan Sampah: Edukasi di 23 desa dan 17 pesantren mengenai kebijakan sampah, pengomposan, maggot, hingga daur ulang, disertai bantuan alat angkut dan drop box.
Sekolah Adiwiyata: Pembinaan gerakan peduli lingkungan di sekolah. Pada 2025 tercatat 286 sekolah tingkat Provinsi, 186 tingkat Nasional, dan 96 tingkat Mandiri.
Susur Sungai: Aksi identifikasi pencemar di WS Brantas (19 Oktober 2025) yang melibatkan 500 relawan, mencakup penebaran benih ikan serta pembagian tanaman produktif.
Program Detik (Desa Tanggap Iklim): Mitigasi perubahan iklim melalui penguatan kelembagaan dan rehabilitasi lahan. Fokus 2025 berada di Desa Wates, Ponorogo, dengan penanaman pohon buah (MPTS) di area rawan longsor.
Aksi Bersih Pantai: Kolaborasi lintas sektor untuk pembersihan pesisir di Pantai Gemah (Tulungagung), Pantai Permata (Probolinggo), dan Pantai Lumpur (Gresik).
Bersumpah (Bersih Sungai dari Sampah): Peningkatan sinergi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga sungai, dilaksanakan di Desa Krembangan (Sidoarjo) dan Afvour Kemambang (Surabaya) pada 2025
Melalui sinergi program-program ini, DLH Jatim menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya angan-angan, tapi tindakan nyata yang membawa hasil positif bagi kualitas hidup masyarakat di Jawa Timur. [rac.gat*]

