Bupati Nganjuk dan Wabup memberikan cindera mata
Pemkab Nganjuk, Bhirawa.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar acara bertajuk “Temu Kangen Diaspora Nganjuk 2026″ yang berlangsung khidmat di Pendopo KRT Sosrokoesoemo pada Minggu malam (22/03/2026). Mengusung tema ” Nganjuk Ngangeni Tansah Ana Ing Ati”, kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun potensi warga Nganjuk yang berada di perantauan guna mendukung pembangunan daerah.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme peserta yang hadir dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh masyarakat hingga perwakilan organisasi kepemudaan. Acara ini menjadi momentum penting untuk mendiskusikan gagasan strategis demi kemajuan Nganjuk ke depan.
Dalam sambutannya, ditekankan pentingnya peran diaspora sebagai duta daerah sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mempromosikan potensi lokal di kancah nasional maupun internasional.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara resmi menempatkan peran warga perantauan sebagai salah satu dari 15 Program Unggulan daerah. Dalam acara Temu Kangen Diaspora 2026, poin ke-14 yang berbunyi “Pengembangan jejaring antar daerah kabupaten, kota, provinsi dan pusat serta warga Nganjuk di perantauan” menjadi sorotan utama sebagai mesin penggerak ekonomi baru.
Langkah ini mempertegas bahwa diaspora bukan lagi sekadar tamu tahunan saat mudik, melainkan mitra kolaborasi. Fokus utama dari poin ini adalah mempererat ikatan dengan daerah asal, mendorong investasi, promosi potensi daerah, hingga transfer pengetahuan (knowledge transfer).
Menanggapi hal tersebut, salah satu tokoh, Dr. Soedjatmiko mengingatkan pentingnya implementasi nyata di lapangan. Beliau menekankan agar para putera daerah yang sukses di luar, seperti di Bandung atau Kalimantan, mulai melirik potensi investasi di “rumah sendiri”.
“Jika poin ke-14 ini berjalan maksimal, investasi di sektor properti dan ekonomi kreatif di Nganjuk tidak perlu lagi mencari modal dari luar. Cukup dari putera daerah sendiri yang sudah sukses,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Mas Didik (Didik Suhardi, Ph.D). Menurutnya, jejaring pusat dan daerah yang kuat akan memudahkan akselerasi program-program unggulan lainnya, seperti infrastruktur (poin 1) dan agropolitan (poin 9). Dengan sinergi diaspora, Nganjuk optimis mampu mentransformasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi nasional.

Mas Didik bersama staf ahli menteri pendidikan
Daftar Tokoh Penting & Undangan Konfirmasi Hadir
1. Pejabat Pusat & Akademisi (VIP)
Didik Suhardi, Ph.D: Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan.
Gogot Suharwoto, Ph.D: Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikdasmen.
Prof. Fatkul Anam: Rektor UNISDA.
Analis Wardana: Dosen Universitas Brawijaya (UB).
Komaryono, SH: Sekjen Masyarakat Anti Korupsi (MAKI).
2. Perwakilan Militer & Kepolisian
Marsekal Muda Marsudiranto Widiyatmaka: Pa. Sahli Tk. III Bidang Kersabudjemen Panglima TNI.
Laksamana Muda TNI Andy Kriswanto, S.E., M.M: Pati Sahli Tk. III Bid. Dawilhanla dan Polkamnas
Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si: KASDAM V/Brawijaya
Kombes Agung Setyo Nugroho, S.I.K: Kepala SPN Mojokerto.
Brigjen Pol (Purn) Joko Erwanto & AKBP (Purn) Agus Irianto.
3. Tokoh Daerah & Organisasi Nganjuk
Kepala OPD: Jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kab. Nganjuk.
Akademisi Lokal: Prof. Dr. Harjono, SH, MCL; Drs. Rasid Anggara, MM; Dr. Indrian Supheni; Dr. Vera Septi Andrini; Dr. Soedjatmiko.
Organisasi Profesi Media: PWI (6 Orang hadir) dan IJTI.
Tokoh Agama/Masyarakat: Juwari (Muhammadiyah), Pak Itok, Pak Panito, Pak Ridhan (Dancell), dan Pak Suwignyo Cakra.
4. Delegasi Diaspora & Mahasiswa
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan paguyuban dari berbagai kota:
Diaspora: Bontang (7 orang) dan Balikpapan (6 orang).
Mahasiswa (PPMN): Surabaya (20 orang), Jogja (21 orang), Bandung (11 orang), dan Malang (9 orang).
Malam itu menunjukkan bahwa acara ini bukan sekadar reuni, melainkan forum strategis karena:
Bobot Undangan: Kehadiran pejabat eselon tinggi dari Kemendikdasmen dan perwira tinggi TNI/Polri asal Nganjuk menunjukkan adanya potensi lobbying atau sinergi kebijakan pusat-daerah.
Representasi Pemuda: Angka kehadiran mahasiswa (PPMN) yang cukup tinggi dari kota-kota besar (Surabaya, Jogja, Bandung) menandakan upaya regenerasi diaspora untuk pembangunan Nganjuk.

Suasana Diaspora Kabupaten Nganjuk.
Bupati Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro sebagai tuan rumah malam itu menerima banyak masukan baik saran maupun kritikan dari para tamu undangan. Dalam paparan presentasinya Bupati Marhaen mengemukakan hambatan, peluang dan tantangan Nganjuk kedepan, dan mengajak semua warga Nganjuk baik yang ada di dalam maupun di luar Nganjuk untuk membangun Nganjuk untuk lebih baik lagi sehingga derajat kesejahteraan masyarakatnya juga akan ikut terangkat.
Memang terkesan seperti pemaparan Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang Cipta Karya di hadapan para investor, meski entah sudah tersedia atau belum dokumen tersebut di Dinas PUPR.
“Nganjuk bukan milik Bupati saja, saya disini hanya pelayan yang melayani. Nganjuk adalah milik kita bersama, jadi mari kita bahu membahu membangun dan mensejahterakan masyarakat Nganjuk” Pungkas Marhaen Djumadi. (dro.gat)



