25 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Mahasiswa Untag Surabaya Kenalkan Sistem Pencatatan Berbasis Web bagi Toko Kelontong di Desa Mojokembang

Anggota subkelompok 2 R10 KKN Reguler 2025/2026 Adelia Trisca Yuniar saat memperkenalkan sistem pencatatan berbasis web yang dirancang sederhana dan mudah dioperasikan.

Mojokembang, Bhirawa
Upaya digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pedesaan mulai menunjukkan dampak nyata. Salah satunya terlihat pada Toko Dhe Juu, toko kelontong milik warga Desa Mojokembang, yang kini menerapkan Sistem Pencatatan Berbasis Web untuk membantu pengelolaan stok barang dan keuangan usaha.

Sebelum penerapan sistem tersebut, pengelolaan usaha di Toko Dhe Juu masih dilakukan secara manual. Pencatatan transaksi penjualan dan pembelian belum terdokumentasi secara sistematis, sementara stok barang sering kali hanya diperkirakan berdasarkan ingatan pemilik. Kondisi ini menyulitkan pemilik toko dalam memantau persediaan barang secara akurat serta mengetahui kondisi keuangan usaha secara pasti.

Kehadiran  Program Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya di wilayah Desa Mojokembang memperkenalkan sistem pencatatan berbasis web yang dirancang sederhana dan mudah dioperasikan.

Anggota subkelompok 2 R10 KKN Reguler 2025/2026 Adelia Trisca Yuniar menjelaskan melalui  ini memungkinkan pemilik toko untuk mencatat transaksi harian, memantau stok barang secara real-time, serta melihat rekapitulasi keuangan usaha dalam satu tampilan yang terstruktur. Berdasarkan hasil pendampingan dan wawancara evaluatif, pemilik toko kelontong memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan program digitalisasi tersebut.

Pemilik Toko Dhe Juu, Bu Juatik mengaku merasakan perubahan signifikan dalam pengelolaan usahanya sejak menggunakan sistem tersebut.

Berita Terkait :  Dukung Pengembangan UMKM dan Investor, Pemkab Mojokerto Resmikan Gema Brahu dan Kinasih

“Sejak menggunakan sistem pencatatan berbasis web yang diperkenalkan oleh mahasiswa yang melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (KKN), saya merasa pengelolaan toko menjadi lebih tertata. Pencatatan stok dan keuangan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dilakukan dengan lebih rapi dan jelas. Saya juga lebih mudah mengetahui barang apa saja yang masih tersedia dan bagaimana kondisi keuangan toko setiap harinya,” ujar Bu Juatik.

Selain membantu pencatatan, sistem ini juga memudahkan pemilik toko dalam menganalisis perputaran barang. Pemilik dapat mengetahui jenis barang yang cepat habis dan perlu segera diisi ulang, serta barang yang penjualannya relatif lambat. Informasi tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan usaha yang lebih tepat dan efisien.

Pelaksanaan program yang dikerjakan subkelompok 2 R10 KKN Reguler 2025/2026 dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mays Amelia, S.H., M.H.  ini tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, tetapi juga disertai dengan edukasi dan pendampingan secara berkelanjutan. Pendampingan dilakukan agar pemilik toko mampu mengoperasikan sistem secara mandiri dan konsisten, mengingat literasi digital pelaku UMKM desa masih beragam.

Penerapan sistem pencatatan berbasis web di Toko Dhe Juu menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM tidak harus dimulai dari teknologi yang kompleks. Dengan solusi yang sesuai kebutuhan dan pendekatan pendampingan yang tepat, toko kelontong skala kecil pun dapat menerapkan manajemen usaha yang lebih tertib, transparan, dan berbasis data.

Berita Terkait :  Polsek Jajaran Polrestabes Surabaya Anisipasi 3C dengan Gelaran Patroli

Ke depan, sistem ini diharapkan dapat direplikasi pada toko kelontong lain di Desa Mojokembang maupun wilayah sekitarnya sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki daya saing yang lebih kuat. (why)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru