26 C
Sidoarjo
Tuesday, February 10, 2026
spot_img

Mahasiswa Untag Surabaya Buat Alat Deteksi Air Berbasis Sensor pH dan Turbidity


Surabaya, Bhirawa
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya membuat alat Deteksi Kualitas Air Minum Kemasan dan Isi Ulang Berbasis Sensor pH dan Turbidity.

Inovasi tersebut berawal gemar melakukan kegiatan pendakian gunung, dimana sering menemukan sumber air alami yang dimanfaatkan pendaki untuk diminum secara langsung, tetapi tidak tahu air benar-benar bersih atau tidak, sebab bisa saja tercemar tanah atau kotoran lain, hal itu muncul ide untuk membuat alat pendeteksi kualitas air, Selasa (10/2).

Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Untag Surabaya, Aditya Vahresi Ramadhan mengatakan inovasi berfokus pada pengujian kualitas air sumber pegunungan, tetapi arahan dosen pembimbing dan dosen penguji, penelitian dikembangkan ke arah pengujian kualitas air minum kemasan dan air isi ulang yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat luas.

“Alat bekerja menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi pada sensor pH dan sensor turbidity (kekeruhan air), Sensor pH berfungsi mengukur tingkat keasaman air dalam skala 1 hingga 14, umumnya air dengan pH 6,5 hingga 8,5 dikategorikan netral dan layak konsumsi, sedangkan sensor turbidity untuk mendeteksi tingkat kejernihan air yang menjadi indikator keberadaan partikel kotoran, hasil pengukuran akan ditujukan oleh LCD dengan nilai pH, tingkat kekeruhan, dan status kelayakan air untuk dikonsumsi, sistem dirancang supaya mudah digunakan secara langsung, terutama kebutuhan lapangan,” jelasnya.

Berita Terkait :  Tahun 2025, Polres Berhasil Ungkap 19 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Lanjut Aditya menjelaskan tantangan dihadapi ialah proses kalibrasi sensor, dimana Sensor pH dan turbidity perlu pengaturan awal supaya pembacaan sesuai dengan kondisi sebenarnya, kalibrasi dilakukan menyesuaikan hubungan antara tegangan listrik dengan nilai pH maupun tingkat kekeruhan air sehingga hasil pengukuran menjadi lebih akurat,” tutur Aditya.

Manfaat alat dinilai mampu memberikan rasa aman dan kepastian kepada konsumen dan pelaku usaha air minum isi ulang, tambah Aditya, adanya data pengukuran yang valid, kualitas air tidak lagi berdasarkan asumsi tapi berdasarkan hasil pengujian yang terukur.

“Berharap alat buatan saya bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kualitas air yang dikonsumsi, sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru