Surabaya, Bhirawa
Mahasiswa Program Studi Desain dan Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) ciptakan boneka edukasi seksual anak usia dini bernama Sentasi (Sentuhan Aman dan Tidak Aman Edukasi Dini) di Kelompok Belajar Sanggar Kreativitas Ubaya.
Boneka Sentasi dibuat dengan dua karakter tokoh, yaitu boneka anak laki-laki bernama Luca dan boneka anak perempuan bernama Luna, karakter tersebut dirancang untuk media pembelajaran edukasi seksual bagi anak usia 3-6 tahun, Rabu (21/1).
Mahasiswa FIK Ubaya, Amelia Margaretha Suprapto mengatakan secara teknis boneka Sentasi terdapat sensor sentuh pada area terlarang, seperti wajah, dada, alat kelamin, dan pantat, nantinya boneka mengeluarkan suara peringatan “Jangan sentuh!” ketika area-area terlarang tersebut disentuh.
“Latar belakangi inovasi karena maraknya kekerasan seksual di Indonesia, berdasarkan data dipublikasikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, anak-anak jadi korban kekerasan seksual terbanyak secara nasional, sementara itu, topik edukasi seksual masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat,” katanya.
Lanjut Amelia mengukapkan edukasi seksual sangat penting diberikan sejak usia dini sebagai upaya pencegahan dan perlindungan anak. “Membuat boneka sebagai media untuk memudahkan penyampaian edukasi seksual dari orang dewasa, khususnya guru kepada anak usia dini,” tutur Amalia.
Amalia menyampaikan pembuatan Boneka Sentasi membutuhkan waktu sekitar satu tahun, dari studi pustaka, studi visual buku anak, dan eksperimen jarak pandang. “Mempersiapkan beberapa alternatif desain dilanjutkan dengan studi model dan pembuatan prototipe, setelah melewati beberapa tahap evaluasi, terciptalah karakter Luca dan Luna yang dapat beroperasi optimal dengan sensor sentuh dan mengeluarkan suara,” ucapnya.
Amelia berharap Boneka ciptaanya dapat membantu orang dewasa supaya lebih mudah menyampaikan edukasi seksual kepada anak usia dini secara jelas, dengan tetap menyenangkan dan tanpa rasa canggung.
Semetara itu, Kepala Kelompok Belajar Sanggar Kreativitas Ubaya, Shinta Oktaviani, S.Psi., Psikolog mengapresiasi Boneka Sentasi sebagai cara edukasi seksual kepada anak-anak. “Boneka Sentasi anak bisa belajar lebih jelas dan dapat mengembangkan kemampuan emosi mereka,” pungkasnya.
Shinta berharap edukasi dengan mengunakan boneka untuk anak-anak bisa lebih matang secara emosi dengan tahu kapan harus berbicara dan menolak serta tahu wawasan terkait batasan-batasan sentuhan pada tubuh mereka. [ren.wwn]

