Kota Malang, Bhirawa
Inovasi teknologi tepat guna kembali lahir dari tangan dingin mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk (P3), tim mahasiswa Teknik Industri UMM berhasil menciptakan alat Steam Press Ecoprint yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi bagi pelaku UMKM.
Iqbal Rafif Yuliono, mahasiswa Teknik Industri UMM angkatan 2023 selaku ketua tim, mengungkapkan bahwa inovasi ini berawal dari kegelisahannya melihat proses produksi ecoprint konvensional. Selama ini, para perajin masih banyak menggunakan metode kukus manual yang hasilnya seringkali tidak konsisten, baik dari segi ketajaman warna maupun detail motif.
“Kami mencoba menggabungkan sistem manual dan otomatis dengan memanfaatkan mesin press yang dipadukan dengan sistem uap. Tujuannya agar tekanan dan panas yang dihasilkan lebih merata ke seluruh permukaan kain,” ujar Iqbal saat dikonfirmasi, Kamis (29/1) kemarin.
Menurut Iqbal, Steam Press Ecoprint bekerja dengan mengintegrasikan panas, uap, dan tekanan melalui pelat logam. Berbeda dengan metode kukus air biasa, penggunaan uap bertekanan ini terbukti mampu memunculkan pigmen warna alami dari daun atau bunga ke kain dengan lebih kuat dan tegas.
Inovasi ini pun telah diuji coba secara langsung pada mitra UMKM, yakni Kenikir Natural Ecoprint di Bululawang, Kabupaten Malang. Hasilnya, kualitas visual kain meningkat signifikan dan proses produksi menjadi lebih terukur.
“Alat ini fleksibel untuk berbagai jenis kain. Kami berharap ke depan alat ini bisa dikembangkan dengan kapasitas yang lebih besar dan struktur yang lebih kokoh untuk kebutuhan industri yang lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Industri UMM, Dr. Dana Marsetiya Utama, MT, memberikan apresiasi tinggi terhadap karya mahasiswanya. Ia menilai, kehadiran alat ini merupakan bukti nyata bahwa pembelajaran berbasis praktik di UMM mampu menjawab persoalan riil di masyarakat.
“Ini adalah bentuk implementasi berpikir kritis mahasiswa dalam mengolah ide menjadi solusi aplikatif. Kami di prodi terus berkomitmen mendorong agar karya mahasiswa tidak berhenti sebagai tugas akademik saja, tapi benar-benar memberikan manfaat luas bagi pelaku usaha,” tegas Dr. Dana.
Inovasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk peka terhadap kebutuhan lingkungan sekitar, sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal melalui sentuhan teknologi tepat guna. [mut.wwn]

