29 C
Sidoarjo
Wednesday, March 11, 2026
spot_img

Mahasiswa Kehutanan UB Raih Juara I Karya Tulis Ilmiah Nasional


Kota Malang, Bhirawa
Semangat rimbawan muda untuk menjawab krisis iklim global terbukti bukan sekadar wacana. Hal ini dibuktikan oleh De Airazahra Dihyan Sukma, mahasiswa Himpunan Mahasiswa Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (HMKT FP UB), yang menjadi satu-satunya delegasi mahasiswa kehutanan dari wilayah Jawa Timur dalam ajang Seminar Mahasiswa Kehutanan Indonesia (SMKI) 2025 di Universitas Sumatera Utara.

Tak sekadar hadir, De Airazahra yang membawa misi membawa suara lingkungan dari Bumi Arema ini berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet gelar Juara I kategori Karya Tulis Ilmiah pada kompetisi nasional tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada 6-9 November 2025 di Sumatera Utara ini mengusung tema strategis: “Menuju Kehutanan 2030: Strategi Kolaboratif Menjawab Krisis Iklim Global”. Forum ini menjadi ruang krusial bagi mahasiswa kehutanan se-Indonesia untuk menguatkan kapasitas diri sebagai calon penjaga paru-paru dunia.

Pada sesi diskusi kelompok terpumpun (Focus Group Discussion/FGD), De Airazahra membawa isu lokal Malang Raya ke meja nasional. Ia memaparkan kondisi kritis air dan rencana pengembangan proyek geothermal di kawasan Gunung Arjuno yang selama ini menjadi isu sensitif bagi ekosistem di Jawa Timur.

“Diskusi ini berlangsung sangat partisipatif. Kami berbagi gagasan dan rekomendasi kolaboratif lintas daerah untuk menjawab tantangan krisis lingkungan secara kolektif,” ungkap De Airazahra.

Selain penguatan kapasitas intelektual melalui materi dari para pakar seperti Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, delegasi juga diajak melakukan kunjungan edukatif ke Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC). Di sana, para rimbawan muda belajar mengenai konservasi anggrek endemik Sumatera, Dendrobium tobense, serta melihat langsung proses rehabilitasi gajah sirkus kembali ke habitat alaminya.

Berita Terkait :  Edukasi Politik, BEM FISIP UB Hanya Dihadiri Heri Cahyonon Paslon 2

Pengalaman ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya konservasi satwa berbasis kesejahteraan hewan (animal welfare) dan pengelolaan habitat yang berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan malam keakraban di Balai Diklat Kehutanan Pematang Siantar. Melalui ajang ini, diharapkan jejaring kolaborasi rimbawan muda semakin solid dalam mengawal pembangunan kehutanan berkelanjutan di Indonesia di masa depan. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!