Dindik Jatim, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur meluncurkan aplikasi MyEdotel SMK pada gelaran Expo dan Expose SMK Hebat Jawa Timur. Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, Sekretaris Utama LAN RI Andi Taufik, serta Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo, Sabtu (14/2).
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan, MyEdotel SMK merupakan platform digital terintegrasi yang menghubungkan seluruh Edotel SMK di Jawa Timur dalam satu sistem terpadu. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan edotel sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis industri bagi siswa SMK.
“Melalui MyEdotel SMK, proses pencarian kamar, pemesanan, pembayaran, hingga pengelolaan edotel dapat dilakukan dalam satu platform yang mudah diakses, baik oleh masyarakat maupun sekolah,” ujarnya.
Aries menyebutkan, aplikasi ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya integrasi antar edotel SMK di Jawa Timur, sistem reservasi dan pembayaran secara daring sehingga proses pemesanan lebih cepat dan profesional, serta menjadi media praktik nyata bagi siswa, khususnya jurusan perhotelan.
Ia menambahkan, selama ini sejumlah SMK telah memiliki fasilitas edotel dengan jumlah kamar berkisar satu hingga enam unit. Namun, sebagian besar masih dimanfaatkan untuk praktik internal siswa dan belum melayani tamu dari luar. Melalui MyEdotel SMK, diharapkan edotel SMK dapat lebih dikenal dan dimanfaatkan masyarakat secara luas.
“Fasilitas kamar edotel SMK pada prinsipnya sudah setara dengan hotel bintang tiga. Ini penting agar siswa SMK mendapatkan kompetensi yang sesuai dengan standar industri perhotelan,” jelasnya.
Saat ini, baru 10 SMK yang tergabung dalam aplikasi MyEdotel SMK. Pendataan akan terus dilakukan mengingat tidak semua SMK memiliki edotel. SMK yang dapat bergabung dalam aplikasi ini adalah sekolah yang edotelnya menerima tamu dari luar, bukan yang hanya digunakan untuk praktik internal.
Adapun SMK yang telah tergabung antara lain SMKN 1 Buduran, SMKN Prigen, SMKS Muhammadiyah 1 Genteng, SMKN 2 Lumajang, SMKN 2 Bondowoso, SMKN 3 Malang, SMKN 3 Jember, SMK SIG, SMKN 2 Boyolangu, dan SMKN 1 Panji Situbondo.
“Nah yang tergabung MyEdutel ini mereka yang Edutelnya menerima tamu dari luar. Kalau hanya digunakan secara internal saja belum bisa bergabung di aplikasi MyEdutel,”ungkapnya.
Selain aplikasi MyEdutel SMK, Dindik juga meluncurkan Mexpo. Platform ini akan digunakan untuk mengelola manajemen event digital yang dirancang dalam membantu sekolah, institusi, maupun organisasi dalam mengelola event secara modern dan efisien. “Mulai dari registrasi peserta, buku tamu digital, hingga sistem manajemen event, semua terintegrasi dalam satu dashboard,” ucap Aries.
Diakuinya, Mexpo di desain lebih modern dan efisien dalam pengelolaan event.Semua kebutuhan event dalam satu dashboard karena sudah terintegrasi. Mulai dari registrasi & buku tamu digital, data peserta otomatis dan rapi, monitoring & pelaporan real-timeserta event lebih terkontrol dan profesional. [ina.wwn]

