Surabaya, Bhirawa
Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya resmi melantik lima Wakil Kepala SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya periode 2025-2029. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Lantai 2 Tower Smamda Surabaya pada Jumat (23/1) lalu.
Surat Keputusan (SK) Pelantikan dibacakan Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Surabaya, Ustadz H Dikky Syadqomullah MHES. Adapun jajaran Wakil Kepala (Waka) Smamda Surabaya yang dilantik dan akan mendampingi Kepala Sekolah H Mukhlasin ST MPd yakniUstadz Moch Hendy Bayu Pratama (Waka Kesiswaan),Ustadz Mustakim (Waka Kurikulum),Ustadzah Ratna Yuliawati (Waka Hubungan Masyarakat/Humas ), Ustadz Dio Yulian Sofansyah (Waka Bidang Sarana dan Prasarana) danUstadz Alif Jatmiko (Waka Ismuba – Al Islam).
Makna Filosofis Bulan Sya’ban
Dalam amanatnya, Ketua PDM Surabaya, Ustadz Dr M Ridlwan MPd, menyoroti momentum pelantikan yang bertepatan dengan Bulan Sya’ban. Menurutnya, bulan ini memiliki nilai spiritual tinggi karena menjadi waktu di mana amal ibadah dilaporkan langsung kepada Allah SWT.
”Amanah sebagai Wakil Kepala sekolah harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Jangan bekerja hanya untuk sekadar mencari makan, tapi bekerjalah untuk akhirat. Siapa yang mementingkan akhirat, maka dunia akan mengikuti. Inilah kunci menjadi orang yang bejo(beruntung),”kata Ustadz Dr Ridlwan.
Ustadz Ridlwan juga mengingatkan pentingnya kekompakan tim dengan mengibaratkan kepemimpinan seperti kesatuan anggota tubuh. ”Jika semua kompak, sekolah akan sukses. Semua wakil kepala sekolah harus dalam satu komando dan satu gerakan dengan kepala sekolah,” tambahnya.
Target Transformasi Kurikulum
Sementara itu, Kepala Smamda Surabaya, Ustadz Mukhlasin, menyambut positif formasi kepemimpinan baru ini. Ia berharap sinergi ini dapat membawa Smamda Surabaya melampaui pencapaian saat ini. Salah satu fokus utama ke depan melakukan terobosan pada aspek akademik.
“Target kami ke depan ingin mencoba untuk ‘membongkar’ kurikulum. Kami tidak ingin kurikulum SMA Muhammadiyah sama saja dengan sekolah-sekolah lain. Harus ada keunikan dan keunggulan pada masing mata pelajaran,” ujar Ustadz Mukhlasin.
Ustadz Mukhlasin menegaskan, melalui pelantikan Wakil Kepala Sekolah ini, Smamda Surabaya berkomitmen memperkuat posisinya sebagai sekolah unggulan yang mampu mencetak generasi berprestasi dengan pondasi karakter Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang kokoh.
Inovasi ini mengacu pada kesuksesan Kelas Tahfidz yang telah berjalan. Dengan penambahan jam khusus, kemampuan siswa dalam menghafal Alquran meningkat drastis. Keberhasilan inilah yang akan diterapkan ke mata pelajaran lain melalui Program Kelas Unggul Spesifik.
”Nantinya, setiap kelas akan memiliki spesifikasi yang lebih tajam, seperti Kelas Biologi, Kelas Fisika, Kelas Matematika. Dengan penambahan jam pelajaran pada mata pelajaran itu, Smamda mentargetkan lahirnya lebih banyak juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) di masa depan. Program ini rencananya akan mulai dioptimalkan untuk jenjang Kelas X agar pendampingan dapat berjalan maksimal sejak dini.
Terkait sumber daya pengajar, Ustadz Mukhlasin menegaskan, jumlah dan kualitas guru yang ada saat ini sudah sangat mumpuni untuk menjalankan sistem kelas spesifik.Dengan formasi kepemimpinan yang solid dan kurikulum yang inovatif, Smamda Surabaya optimis dapat terus menjadi barometer pendidikan Islam yang progresif di Jawa Timur. [fen.hel]

